Terompet Tradisional Bulukerto Tergeser Terompet Modern

0 64
 Parman Dipo (64) pedagang terompet asal Domas, Bulukerto | Foto Labib Zamani
Parman Dipo (64) pedagang terompet asal Domas, Bulukerto

infowonogiri.com – BULUKERTO – Seiring kemajuan jaman aneka mainan anak anak berkembang sangat pesat. Berbagai mainan bagus dan berteknologi canggih tersedia di toko toko modern dan pasar tradisional. Bahkan pedagang mainan eceran modern masuk keliling kampung dengan kendaraan bermotor. Perlahan tapi pasti, mainan tradisional hasil kerajinan tangan manusia khas penduduk Wonogiri mulai tergeser.

Semisal terompet, has kerajinan masyarakat penduduk Kecamatan Bulukerto. Terompet yang sering kita dengar suaranya pada tahun baru (terkadang lebaran juga ada) merupakan salah satu mainan anak-anak jaman dulu. Sekarang mulai terkikis oleh kemajuan jaman. Dahulu anak membunyikan terompet dengan ditiup. Tetapi alat bunyi buniyan jaman sekarang tinggal pencet sudah nyaring bunyinya.

Terompet berbahan dasar empet berhiaskan kertas mengkilap sehingga menarik pembeli. Empet dibuat dari batang pohon bambu yang masih muda. Orang jawa menyebutnya bambu wuluh. Bambu itu dipotong kecil kecil dan disisipi dengan kertas. Jika ditiup menimbulkan efek bunyi, nyaring. Di dusun Gemawang Desa Nadi Kecamatan Bulukerto, dahulu mayoritas penduduk menggantungkan mata pencaharianya dengan membuat empet.

Tetapi sekarang hanya tinggal beberapa penduduk yang memproduksi empet. Salah satu penduduk setempat yang masih tekun membuat empet adalah Waloyo (43). Dia mengaku hanya sekedar untuk mengisi waktu luang, sambil menunggu hasil pertanian. Satu ikat empet isi 1000 biji dijual Rp.20 ribu. Dalam sehari Waloyo mampu memproduksi 2000 biji. Modal bambu wuluh seikat Rp.25. ribu. Kertas selembar Rp.2000.[Rama]

error: Content is protected !!