Saksi Pelaku dan Korban Kasus Tawur Antar Kelompok HBK VS SHT di Ruang Satreskrim Polres Sukoharjo

0 300

polres skh

infowonogiri.com- SUKOHARJO – Pengurus SH Teratai Kabupaten Wonogiri dan Sukoharjo, Sabtu (13/7) hadir di Satreskrim Polres Wonogiri. Kelompok ini direncanakan dipertemukan dengan keluarga kelompok HBK Sukoharjo.
Pertemuan tersebut digelar dalam rangka penandatangan perdamian menyusul aksi tawur masal yang terjadi di alun alun Sukoharjo pada Minggu (30/6) silam. Dalam peristiwa itu terjadi tawur masal yang melibatkan belasan orang dari dua kubu, HBK maupun SHT.

Kronologisnya, pada Sabtu malam Minggu, kelompok SHT Sukoharjo tengah menggelar latihan olahraga beladiri. Latihan diikuti oleh belasan orang. Pada saat itu, tiba tiba didatangi oleh kelompok HBK. Posisi HBK saat itu diduga dalam keadaan berbau alkohol dan membawa senjata tajam. HBK berjumlah 6 orang.

pertemuan sht vs hbkSaat itu kelompok HBK melontarkan kata-kata bernada menghina dan sekaligus menantang kelompok SHT. Namun kelompok SHT berusaha sabar. Tulus salah satu pengurus SHT mendekati kelompok HBK, yang intinya agar tidak terjadi keributan antar sesama kelompok.

Tulus mencoba mengalihkan kosentrasi dengan mengajak kelompok HBK ke alun alun Sukoharjo. Posisinya saat itu, Tulus sendirian. Tujuan Tulus akan mengajak jagongan wedangan, sambil membiacarakan masalah secara kekeluargaan.

Namun apa yang terjadi? Kondisi HBK tidak bisa menahan emosi. Mabuknya kian meninggi. Omongannya semakin kasar dan menghina, bahkan menantang. Akhirnya terjadilah pengeroyokan. Tulus dikeroyok oleh enam orang kelompok HBK, di tengah alun alun Sukoharjo.

Kawan kawan SHT tidak lama kemudian menyusul Tulus di alun alun. Mengetahui Tulus dikeroyok enam orang bersenjata tajam dan benda tumpul, kawan-kawan SHT turun membantu. Jika semula Tulus terdesak dan terpojok, maka kini perlawanan menjadi berimbang. Bahkan akhirnya kelompok SHT berhasil memukul mundur pasukan HBK.

Dalam pertempuran masal itu, berakibat tiga orang jatuh korban di kubu HBK. Adalah Heri BK sendiri warga Jombor Gadingan Sukoharjo, Wahid Dian Nuri warga Kampung Dukuh 1/10 Gayam Sukoharjo, dan Porong nama samaran belum diketahui alamatnya.

Akibat tawur tersebut, HBK dkk opname di RS menghabiskan biaya sekira Rp.16 juta. Belum termasuk kerusakan. Usai terjadi tawur masal, rumah Tulus di menjadi sasaran amuk masa oleh kelompok tak dikenal. Kasus tersebut akhirnya berlangsung damai. Kedua belah pihak dipertemukan di Polres Sukoharjo. Pertemuan dipimpin oleh Kanitreskrim dan Kapolsek Kota.[Bagus]

error: Content is protected !!