Perampasan Truk Di Malam Hari

0 32
Gino, Korban Perampasan
Gino, Korban Perampasan

infowonogiri.com – GIRIMARTO – Gino (53th) alamat di Dusun Sobokerto RT 02 RW 06 Giriwarno Kecamatan Girimarto, mengaku menjadi korban perampasan Mobil Nopol BE 9107 FE.

Akibatnya ia merasa dirugikan Rp.30-an juta. Pelaku perampasan tersebut, menurut Gino dilakukan oleh kelompok orang berjumlah. empat orang. Terjadi pada Sabtu 29 Juni 2013 silam, pada malam hari di Jl Selogiri-Sukoharjo, tepatnya wilayah Dusun Krisak Desa Kaliancar Kecamatan Selogiri.

Kronologisnya, saat itu mobil truk rakitan tahun 2011 itu sedang dikemudikan oleh anaknya,  Endro Setiawan. Endro ketika itu mengangkut pasir dari Klaten menuju ke Wonogiri.

Dalam perjalanan, Endro dicegat oleh kawanan orang yang mengendarai sepeda motor. Endro diminta menghentikan laju kendaraannya. Endro diminta keluar dari dalam mobil dan diminta menyerahkan unit kontak dan surat kendaraan. Endro bertahan.

Kemudian, Endro menghubungi Gino. Gino menyegerakan diri datang. Sampai di lokasi unit anak dan ayahnya tak mampu mempertahankan unitnya. Endro dan Gino diancam akan diperkarakan secara hukum. Akhirnya unit berpindah tangan.

Gino kemudian melaporkan ke Polsek Wonogiri, Polsek Selogiri dan ke Polres Wonogiri. Namun laporan tidak dapat diterima. “Saya malah dipimpong, laporan di Polsek Wonogiri tidak diterima. Di Polsek Selogiri juga tidak diterima, disuruh ke Polres. Sampai di sana juga tidak dapat diterima,” katanya.

Belakangan dicurigai, kawanan perampok itu diduga adalah sekelompok Deb Colektor (DC), alias tukang tagih yang disewa kantor lembaga keuangan di Solo. Berinisial PC Cabang Solo. Kawanan DC ini disebut-sebut berkongsi dengan aparat.

Ceritanya, Gino pada Desember 2012 membeli truk dari seorang Roky Setiawan Rp.185 Juta. Ia membayar uang muka Rp.35 juta. Selebihnya dibiayai lembaga keuangan PC. Gino tercatat pernah dua kali menjadi nasabah Leasing PC. Kali ketiganya Gino tidak bisa mengunakan namanya sendiri untuk mengajukan kredit.

Dari pihak leasing akhirnya menyepakati dengan perjanjian kredit (PK) atas nama Edy Setiawan. Edy Setyawan disebut-sebut masih saudara dengan Gino. Modus ini disetujui pihak leasing PC Solo.

Menurut Gino, proses pencairan kredit dan penandatanganan PK tidak sesuai prosedur. Sehingga menyebabkan Gino merugi puluhan juta. “Cara penarikan yang dilakukan keempat orang itu layak saya sebut sebagai perampasan,” kata Gino.

Polisi mengarahkan kepada Gino agar mengangsur piutangnya sehingga dapat mengambil unitnya kembali. Sementara Gino mengaku tidak punya uang.

Gino pada tanggal 1 Juli mendatangi kantor Leasing PC Solo untuk mengangsur. Namun ditolak dengan dalih yang harus membayar harus atas nama debitur. Setelah atas nama debitur Edi Sutardi datang, ternyata dipaksa untuk menandatangani surat. Surat itu diduga surat penyerahan unit kendaraan.[N420]

error: Content is protected !!