Nilai Kerugian BBM Kencing Diperkirakan Mencapai Milyaran

0 84
barang Bukti Segel kran tangki BBM solar
barang Bukti Segel kran tangki BBM solar

infowonogiri.com – NGADIROJO  – Pejabat Pertamina merilis, harga BBM solar dan premium non subsidi berubah setiap tanggal 1 dan tanggal 15 setiap bulan. Saat ini harga solar untuk kendaraan bermotor adalah Rp.10.000,- perliter. Sedangkan harga premium adalah Rp.9.000 perliter.

Hal tersebut dikemukakan oleh External Relation Pertamina Marketing Operation Region IV (MOR IV) Roberth MV Dumatubun. “Untuk kendaraan industri sebaiknya diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi,” kata Robert dalam rilisnya yang disampaikan langsung ke wartawan INFOWONOGIRI.

Robert menambahkan, bahwa untuk kendaraan yang berfungsi melayani kepentingan umum yang masih bisa memakai subsidi adalah mobil ambulance, bus penumpang, truk sampah dan beberapa kendaraan lain.

Sementara harga untuk BBM solar untuk kepentingan industri belum diketahui. Sementara menurut informasi dari salah satu mandor SPBU di wilayah Wonogiri, menyebutkan bawha harga BBM solar untuk industri mencapai Rp.11.500 perliter.

Sementara beberapa SPBU di Wonogiri Kota tidak menyediakan BBM solar untuk industri. Data harga BBM solar untuk industri diperlukan untuk menghitung nilai kerugian yang dialami pihak PLTU Pacitan Jawa Timur.

Sekedar informasi, PLTU Pacitan Jawa Timur adalah pihak yang dirugikan dalam perkara pengalihan BBM solar alias Tangki BBM Kencing yang terungkap di wilayah Desa Pondok Kecamatan Ngadirojo 17 Juli silam. Total sebanyak 6 tangki kencing behasil diamankan aparat.

Total barang bukti solar yang berhasil diamankan, berdasarkan hitungan kasar BBM solar yang telah telah dikencingkan (baca dialihkan) sekira 12000 liter. Tersimpan di 6 tandon @1000 liter, dan 32 drum @200 liter solar.

Jika harga solar industri disamakan dengan harga minimal non subsidi yaitu Rp.10.000 perliter maka jika dikalikan 12.000 liter jumlah nilai kerugiannya adalah Rp.120.000.000,- (Rp.120 juta) perhari. Bocorannya dalam sepekan mereka kencing dua kali.

Berarti jumlah kerugian sepekan adalah Rp.120 juta kali dua, sama dengan Rp.240 juta. Jika dikalikan sebulan (8 kali) maka jumlah kerugian mencapai Rp.960 juta. Jika dikalikan setahun (Rp.960 juta kali 12 bulan) maka jumlah kerugiannya mencapai milyaran rupiah. Aksi kencing BBM ini dikabarkan telah berlangsung dua tahun berjalan.

Modusnya, diduga pelaku membuka segel (klem) secara paksa kran pembuang yang terpasang pada truk tangki BBM. Klem segel itu terdapat pada beberapa kran, termasuk pada katup penutup tangki bagian atas. Klem tersebut dipasang oleh pihak pertamina.

Seperti diberitakan sebelumnya , SGP alias Sugeng Petruk (40) pengusaha rumah makan di Dusun Ngadirejo Wetan Desa Pondok, Ngadirojo Wonogiri ditangkap polisi karena diduga menjadi dalang kasus Truk Tangki BBM Kencing, Rabu (17/7) sekira pukul 22.00 WIB.

SGP diduga melibatkan Sulistiyanto (31), Edy Wicaksono (31), Sunarto (35) ketiganya warga Semarang, Slamet Priyono (37) warga Sragen, Dwi Haryadi (39) warga Kudus, dan Setiaji (37) warga Demak. Enam pelaku lain masih dalam penyelidikan.

Ke enam truk tengki bertuliskan Agen BBM Industri PT Karya Wiguna Penyalur BBM Non Subsidi Eceran. Nopol AD 1761 GP, H 1990 CF, H 1983 CF, H 1829 CF, H 1869 BP, H 1876 AF.

Dua truk kapasitas masing masing 16000 liter solar. Empat truk kapasitas @32000 liter solar. BBM yang telah dikencingkan sekira 12000 liter. Tersimpan di 6 tandon @1000 liter, dan 32 drum @200 liter solar. [bersambung][Bagus]

error: Content is protected !!