Mantan Direktur PDAM 2009-2010 Dibidik Kejaksaan

0 49
Keluarga besar adhiaksa Kejaksaan Negeri Wonogiri meramaikan HUT yang ke 53 dengan kegiatan lomba memakan kerupuk dan aneka game di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Wonogiri, Minggu (7/7) siang.
Keluarga besar adhiaksa Kejaksaan Negeri Wonogiri meramaikan HUT yang ke 53 dengan kegiatan lomba memakan kerupuk dan aneka game di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Wonogiri, Minggu (7/7) siang.

infowonogiri.com – WONOGIRI – Mantan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Wonogiri yang pernah menjabat pada tahun 2009-2010, dibidik sebagai calon tersangka kasus dugaan korupsi uang perusahaan hampir setengah milyar rupiah. Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri kini telah menyiapkan pasukan untuk memburu dan melengkapi data guna mematangkan penyidikan.

Ketiga tim penyidik kasus tersebut adalah Kasi Intel Rachmat Zachri, Kasi Pidana Umum Purjio dan Kasubagbin Sri Murni. Tim tersebut juga mempunyai beberapa anggota yang tugasnya untuk melakukan pengumpulan data-data pendukung kasus tersebut. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Kejari Wonogiri, Muhaji SH. MH, Minggu (7/7) di kantor Kejari Wonogiri, Sanggrahan Wonogiri.

“Kami memohon maaf, baru bisa menyampaikan kepada teman teman wartawan. Bawha kita sesungguhnya sedang menangani kasus dugaan korupsi di PDAM Kabupaten Wonogiri. Kasus itu kita sebut proyek Super Pam,” ujar Kajari didampingi ketiga empat kejabat di bawahnya, yaitu Rachmat Zachri, Kasi Pidana Umum Purjio, Kasubagbin Sri Murni dan Kasi Pidana Khusus (Pindus) Sucipto, dan beberapa stafnya.

Dijelaskan, bahwa pihak Kejaksaan telah mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dugaan penyimpangan Proyek Super Pam itu. Proyek Super Pam adalah, pengadaan peralatan pipa dan aksesoris pada perangkat jaringan PDAM di wilayah Kabupaten Wonogiri. Proyek Super Pam itu benar telah diprogramkan. Super Pam adalah nama salah satu rekanan PDAM Kabupaten Wonogiri.

Akan tetapi, proyek tersebut tidak dilaksanakan sampai tuntas. Sementara bendahara kantor PDAM telah mencairkan dana kurang lebih sebanyak Rp.339 Juta. Laporan tanggungjawab penggunaan keuangan tersebut diduga tidak benar sesuai aturan. Sehingga terjadi penyalahgunaan keuangan kas perusahaan oleh beberapa oknum karyawan dan pimpinan di PDAM.

“Kita harus menindaklanjuti laporan. Kita sudah memanggil enam saksi. Saksi lain menyusul, termasuk mantan direkturnya tahun 2009-2010. Ada pengadaan barang tetapi tidak dikerjakan sampai tuntas oleh pihak ke tiga. Sementara uang sudah dikeluarkan oleh bendahara. Alasannya untuk membayar barang di Toko,” ujar Kajari asal kabupaten Lamongan Jawa Timur itu.

Di luar soal kinerjanya, Kajari menyampaikan bahwa korp Adhiaksa akan memasuki hari ulang tahun yang ke 53 tahun pada 22 Juli mendatang. Pada hari itu akan digelar upacara Adhiaksa. Dalam rangka menyambut HUT Adhiaksa, telah dilakukan kegiatan sosial dan olahraga bersama keluarga besar korp seragam coklat-coklat ini.

Antara lain kegiatan pertandingan volly antar bidang, jalan santai, lomba game anak anak, ibu-ibu, lomba menyanyikan lagu-lagu nasional, donor darah, dan anjangsana dengan keluarga panti asuhan maupun dengan keluarga pensiunan korp kejaksaan.[Bagus]

error: Content is protected !!