Dewi Anak Sinden – Penabuh Gamelan Yang Diperistri Kiyai

0 427
Yekti Dewi Retno Basuki Calon Wakil Rakyat Dapil 2 PAN
Yekti Dewi Retno Basuki Calon Wakil Rakyat Dapil 2 PAN

infowonogiri.com – SIDOHARJO – Namanya Yekti Dewi Retno Basuki. Umurnya 33 tahun. Lahir Wonogiri 29 September 1980. Perempuan berjilbab ini, akrab dipanggil Dewi. Dewi tinggal di Dusun Widoro RT 03 RW 05 Desa Widoro Sidoharjo. Saat ini, Dewi berstatus sebagai mahasiswi Fakultas Fisipol Univet Sukoharjo.

 

Dewi adalah anak kandung Sutrisno – Sri Sunarti. Sutrisno sehari hari bekerja bertani, sampingannya penabuh gamelan. Sedangkan Sri Sunarti ibu rumah tangga. Profesi lain Sri Sunarti adalah sinden (penyanyi jawa; swarawati) “Latar belakang keluarga kami berwarna warni. Ada seniman, dalang, mantan Perangkat Desa, Petani dan Kiyai,” ujar Dewi.

Sehari hari, Dewi lebih sering beribadah mengurus ketiga anak-anaknya, semua perempuan. Ketiga anaknya hasil penikahan dengan Al Adiyat. Al Adiyat adalah lelaki kelahiran Ciamis Jawa Barat. Al Adiyat aktif sebagai imam mushola Roidloh Azizah 999 di dekat rumahnya. Dewi aktif kegiatan sosial keagamaan di Desa sekitar.

Al Adiyat adalah guru (ustadz). Orang menyebutnya Kiyai. Aktif mengisi kegiatan ceramah agama dari desa ke desa, kecamatan bahkan antar kabupaten. Kesibukan lain membantu mengobati orang sakit melalui cara alami dan sederhana. Dengan ramuan minyak alami. Seperti minyak cendana, melati, misik putih, kasturi, jakfaron cair dll.

Apa yang dilakukan Al Adiyat dan Dewi dalam rangka membangun mental spiritual masyarakat Desa Widoro dan desa-desa di sekitarnya. Al Adiyat dan Dewi membangun jasmani dan ruhani masyarakat sekitar. Secara sinergi, yang dikerjakan Al Adiyat–Dewi sejalan dengan yang dilakukan Suparno, tokoh Parnaraya yang membangun Desa Widoro di bidang ekonomi .

“Kalau Suparno membangun masyarakat Desa Widoro dan sekitarnya pada bidang ekonomi. Sedangkan kami membangun rohani dan jasmaninya. Kalau hati baik badannya sehat, kerja juga enak,” ujar Al Adiyat. Al Adiyat dan Dewi beranggapan jalan yang ditempuh Suparno dinilai benar dan baik. Akan lebih kuat lagi manakala masyarakat setempat mempunyai wakil rakyat. Sehingga mendapat dukungan secara politis.

Karena itulah, Dewi berangkat mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD Wonogiri melalui PAN dari Dapil 2 yaitu Kecamatan Sidoharjo, Ngadirojo, Girimarto, Jatipurno dan Nguntoronadi. “Saya baru belajar politik. Tetapi karena didukung oleh sejumlah kalangan kami berangkat ingin mewakili warga Sidohajo dan sekitarnya,” kata Dewi.

Dewi ingin membangun masyarakat. Karena tidak mempunyai modal uang banyak, Dewi memilih jalur politik. Harapannya jika terpilih sebagai dewan maka dapat memperjuangkan kepentingan umum. “Tujuan saya sama dengan pak Suparno. Kami juga mendapatkan dukungan. Bismilah kami ingin membangun daerah. Kami siap menerima amanah,” tandas Dewi.

Dewi sesungguhnya bukan politikus. Melainkan aktifis APO, penggerak pupuk organik. Dewi mulai tergerak hatinya karena sering mengikuti kegiatan Subandi PR Spd Anggota Fraksi PAN DPRD Provinsi Jateng, saat turun ke masyarakat. “Pak Bandi salah satu anggota Dewan yang baik, dan memasyarakat. Dia perlu ditiru,” ujar Dewi.

Dewi juga merasa terinspirasi oleh Suparno Parnaraya yang semangat membangun Desa Widoro sebagai Desa Wisata. Dewi-Al Adiyat ingin membangun desanya menjadi Desa Wisata Religi. Melaui kegiatan pendidikan keagamaan. Menjadi calon anggota Dewan bukan karena jabatan, kedudukan atau kekayaan. Tetapi ingin membawa aspirasi dan amanah masyarakat.

Karena itu Dewi memilih dekat dengan masyarakat secara fisik dan secara emosional. Kalau dekat hati dan pikirannya, menurutnya tidak akan bisa terlupakan. “Banyak wakil rakyat yang lupa saat duduk di kursi. Insya Allah kami amanah,” kata Dewi anak Sinden dan Penabuh gamelan. Dewi sendiri adalah mantan penari yang pernah bekerja di perusahaan Rama Tour Travel di Bali. (bagus).

error: Content is protected !!