Tiga Orang Tewas Tragis

0 62

tewas tragisinfowonogiri.com – WONOGIRI – Tiga orang warga penduduk Wonogiri di kecamatan Jatisrono, Kismantoro dan Tirtomoyo tewas secara mengenaskan. Di Jatisrono seorang yang berprofesi guru sekolah dasar (SD) nekad gantung leher karena tercekik hutang setelah kalah bertaruh dan menjadi botoh calon Kades pada Pilkades 11 April lalu.

Di Kismantoro seorang perempuan uzur bunuh diri karena tidak sabar menunggu antri kematian. Dia memilih mengikat lehernya di blandar kandang kambing setelah sebelumnya mendengar kabar tetangganya ada yang mendahuluinya. Sementara di Tirtomoyo pemuda pelajar SMP tewas tersengat aliran listrik pada kabel bantholan.

Kapolres Wonogiri AKBP Tanti Septiyani melalui Polsek jajaran mengemukakan, guru SD yang meninggal dunia pasca gantung diri adalah Yuliana Budi Santoso (52) seorang guru SDN 1 Boto, Jatiroto. Yuliana Budi Santoso adalah warga Dusun/Desa Semen RT 3 RW 1 Jatisrono. Dia gantung diri pada Minggu (9/6) karena calon kades yang didukungnya kalah.

“Seminggu sebelum bunuh diri, korban kirim SMS ke teman guru yang meminjamkan uang. Korban berpesan jika menagih hutang disarankan langsung ke keluarganya. Alasannya dirinya tidak sanggup bayar hutang,” jelas Kapolsek Jatisrono AKP Suwono SH. Selain itu, korban memiliki hutang di bank dan koperasi yang telah bunga berbunga.

Kronologisnya, Pak Budi -panggilannya- pamit keluar rumah pukul 21.00 WIB, Sabtu (8/6). Keluarga tak ada yang curiga. Pada pukul 06.00 WIB Minggu (9/6) anak menantunya menemukan mertuanya tergantung di pohon jambu mete dekat kamar mandi. “Saksi takut menjerit berlari-lari,” kata Kapolsek. Lalu dilaporakan ke polisi.

Barang bukti datang ke TKP dan mengevakuasinya. Barang bukti tali plastik masih baru, diamankan. Tali itu sengaja dibeli untuk mengakhiri hidupnya. Namun, selama ini, korban tidak pernah curhat soal hutang-hutangnya. “Hasil pemeriksaan medis, korban murni bunuh diri. Penyebabnya tercekik tali plastik dan terlilit hutang,” lanjutnya.

Sementara, seorang janda tua bernama Jaikem (75) warga Dusun Pager Gunung RT 2 RW 03 Desa Plosorejo, Kismantoro ditemukan gantung leher karena ingin ikut mati seperti tetangganya yang meninggal dunia mendahuluinya dengan cara wajar. Jaikem bunuh diri Jumat (7/6) di blandar kandang hewan ternak belakang rumahnya.

Diduga motifnya, karena dia menderita sakit menahun. “Sewaktu Jaikem masih hidup, dia sering bertanya mengapa tidak dirinya saja yang mati, ketika ada kabar lelalyu dari tetangganya. Alasannya juga tidak jelas,” ujar Sarosa, Sekcam Kismantoro.

Jaikem gantung leher dengan tali plastik yang biasa digunakan untuk ikat pakan ternaknya. Saksinya, Yatiyem, Giyanti dan Sri Wahyuni cucunya. Diketahui sekitar pukul 15.30 WIB. Anggota Muspika telah melakukan pemeriksaan jasad korban.

Sementara itu, di Tirtomoyo pemuda pelajar kelas 1 SMP bernama Arnold Gilang Setyawan (13) warga Dlepih RT 01 RW 08 Desa Dlepih, ditemukan taksadarkan diri di tepi warung di Bangunsari RT 02 RW 09. Dua saksi Jainem (65) warga Dusun/Desa Dlepih RT 01 08, dan Hartono (39) warga Dusun Bangunsari RT 01 RW 09 Desa Dlepih Tirtomoyo.

Kronologisnya, Kamis (6/6), pukul 07.00 WIB, korban antar saksi Jainem, ke warung mengendarai sepeda motor. Sampai di TKP saksi Jainem masuk ke warung. Keluar dari warung, Arnold diketahui tergeletak tertimpa motornya. Di dekatnya ada tali penahan tiang listrik. Kulit kakinya gosong melepuh. Korban dilarikan ke dokter tetapi tak tertolong.[Bagus]

error: Content is protected !!