Sejarah Desa Tuwon Yang Belum Teraliri Listrik

0 232
Perbaikan jaringan PLN | Foto : Bagus
Perbaikan jaringan PLN | Foto : Bagus

infowonogiri.com – SLOGOHIMO – Sejarah Singkat Desa Tuwon, Mengapa dinamakan Tuwon? Pada jaman dahulu wilayah ini pernah dihuni oleh warga. Tetapi kalah dengan celeng (babi hutan). Lalu datang lagi warga. Tumbuh lagi(Desa yang hilang tapi tumbuh lagi). Karena itu dinamakan Tuwon.

Desa Tuwon yang terpencil ini masih bergabung dengan Desa Setren RT 01 RW 06, Kecamatan Slogohimo. Warga yang bernama Wariyo menjadi orang pertama tinggal di wilayah Desa tersebut. Yang kedua adalah Nimin.

Sampai saat ini, sedikitnya sudah ada 15 rumah berdiri di Desa tersebut. Terdiri dari 15 Kepala Keluarga dengan jumlah 80 orang dari anak-anak hingga orang tua.Sebagian besar adalah petani seperti menanam jagung, ketela, tembakau, janggelan dan peternak seperti sapi, kambing dan ayam. Hampir semua warga Tuwon ini mempunyai ternak kambing, satu kandang lebih dari 10 kambing.

Penghuni lereng lawu selatan ini masih menggunakan jalan setapak, bisa dengan sepeda motor kalau cuaca tidak hujan tapi juga cukup sulit. Dari jalan cor Desa Sendang menuju Desa Tuwon kira-kira 2 km. Saluran lisrtik juga belum ada, masih ada 4 rumah yang menggunakan tintir (lampu tempel berbahan minyak tanah). Kasmi (33) yang masih menggunakan tintir berharap bisa ada penerangan lampu. “Selain itu juga ada masalah ekonomi, belum ada uang” ungkapnya.

Sementara sebagian warga yang ada di lereng timur menyalurkan kabel lampu penerangan dari desa Ngrapah, Setren, Slogohimo. Sedangkan yang di lereng bagian barat menyambungkan kabel listrik dari desa Sendang, Kembang, Jatipurno.

Di wilayah Desa Tuwon juga tidak ada lahan sawah. Sehingga kebutuhan beras didpat dengan cara membeli. Fasilitas layanan kesehatan juga belum tersedia. Kini sudah mulai berdiri sebuah masjid, sehingga penduduk desa Tuwon yang kebetulan semua beragama islam, dapat melaksanakan ibadahnya di masjid tersebut. Warga setempat, Lamin (47) dan semua warga penduduk Tuwon berharap Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto, peduli terhadap kondisi Desa Tuwon.

Kini penduduk Tuwon menagih janji untuk akses jalan yang telah dijanjikan saat Bupati baru saja terpilih. Desa Tuwon banyak anak usia sekolah tapi tidak bisa sekolah, hanya ada 6 anak SD. Itu aja harus menempuh jalan kaki ke desa Kembang selama kurang lebih 3 km. [Eka]

error: Content is protected !!