Hutan Wisata Tunggangan

0 266
Hutan Wisata Tunggangan
Hutan Wisata Tunggangan

infowonogiri.com – JATIROTO – Hutan Tunggangan. Begitulah banyak orang menyebutnya. Kawasan hutan lindung ini adalah sebuah bukit. Tepatnya berada di Desa Ngelo, kira kira 5 km ke arah selatan dari Pasar Kecamatan Jatiroto. Di sebelah jalan lintas Kecamatan Jatiroto – Tirtomoyo. Jalan yang penuh dengan tanjakan tinggi dan berkelok.

Jalan ini menjadi jalan alternatif atau jalan pintas dari dan menuju Jatiroto-Tirtomoyo-Baturetno. Area hutan berbatasan dengan Kecamatan Tirtomoyo. Sebagian wilayah hutan bagian selatan masuk wilayah Kecamatan Tirtomoyo. Sedang bagian utara masuk wilayah Kecamatan Jatiroto.Hutan ini menjadi salah satu alternatif wisata alam gratis, terutama bagi kawula muda.

Pepohonan yang rindang dan hawanya yang sejuk, cocok untuk melepas penat setelah menempuh perjalanan. Beragam pohon tumbuh subur di antaranya Jati, Mahoni dan Pinus.Menurut kepala desa Ngelo, Nanik(30), area hutan ini pantas menjadi obyek wisata alam. Pernah diajukan untuk menjadi kawasan wisata tahun 2011 yang lalu.

Nama Tunggangan, menurut Nanik karena lokasi bukit dibelah jalan dan ketika melewatinya berarti naik (menunggang). Lokasi ramai pada hari Minggu. “Sering pula untuk acara outbond,” terangnya, Senin (17/6).

Watu Lumbung
Watu Lumbung

Di ujung tanjakan jalan, di puncak bukit, pengunjung bisa menikmati pemandangan sambil beristirahat di warung nDesa Pak Slamet. Di Warung ini bisa memesan minuman kopi, susu panas dan bisa memesan nasi maupun mie instan. Slamet (62) adalah pria kelahiran Bumiayu, Selebar, Begkulu. Dia diijinkan oleh mandor hutan, Eko, untuk tinggal dan membuka warung di puncak Tunggangan sejak 6 tahun silam.

Menurut keterangan Slamet, antara tahun 2007 tempat ini ramai pengunjung. Dalam sehari, warungnya bisa menghabiskan 12kg beras untuk nasi dengan omset antara Rp.1.200.000. Kini omset warungnya tinggal antara Rp.100.000-Rp.150.000/hari.

Puncak tertinggi bukit ini bernama Watu Lumbung. “Konon, menurut cerita batu ini bisa mengeluarkan suara suara misterius,” ujar Karniyem istri Slamet. Untuk mencapai Watu Lumbung dapat ditempuh kurang lebih 20 menit dengan berjalan kaki melewati jalan setapak. [Eka]

error: Content is protected !!