DPRD Tidak Bertujuan Menggulingkan Bupati

1 30
Ketua Pansus MH. Zaenudin SH
Ketua Pansus MH. Zaenudin SH

infowonogiri.com – WONOGIRI – Nilai raport H. Danar Rahmanto sebagai Bupati Pemerintahan Daerah Kabupaten Wonogiri diperkirakan akan turun, menyusul kegagalan pemerintah daerah dalam melakukan pendataan jumlah penduduk Wonogiri.

Hal itu dikemukakan oleh Ketua Pansus MH. Zaenudin SH. usai memimpin Rapat Pansus interpelasi DPRD Wonogiri terhadap Bupati Wonogiri, Senin (10/6) di gedung DPRD Wonogiri. namun -sayang- Bupati Wonogiri berhalangan hadir.

“Arah kita tidak bermaksud menggulingkan Bupati. Paling tidak, ini menjadikan raport bupati merah. Sebab jumlah penduduk Wonogiri berkurang mencapai 400-an. Masyarakatlah yang menilai. ” kata Zainudin anggota Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Tujuan interpelasi adalah mengembalikan hak-hak kependudukan Wonogiri. Secara politis, akibat hilangnya data ratusan jumlah penduduk, Pemda Wonogiri merugi. Secara politis, jumlah kursi DPRD Wonogiri 2014 berkurang dari 50 menjadi 45 kursi.

Kerugian lain akan ditanggung pemerintah dan masyarakat Wonogiri. Misalnya, pemerintah akan mendapatkan pengurangan jatah dana alokasi umum (DAU), dan bantuan dana dari pemerintah pusat untuk rakyat Wonogiri juga dipangkas.

Ketidakhadiran Bupati Wonogiri, tidak menyurutkan DPRD menginterpelasinya. Rapat pansus tetap digelar. Namun tidak tuntas. Rapat ditunda sampai Kamis mendatang. DPRD berharap Bupati akan hadir.

“Bupati tidak ijin ke Jakarta untuk menerima penghargaan adipura dari Presiden,” kata Zainudin. Bupati Wonogiri hanya menulis surat, intinya bisa memahami maksud dan tujuan interpelasi DPRD Wonogiri.

Upaya DPRD Wonogiri mendesak Pemda telah membuahkan hasil. Sejak rencana interpelasi didengungkan, Pemda telah menyikapinya. Hasilnya, pertangal 4 Juni lalu, jumlah penduduk bertambah 105 ribu jiwa. Dari semula sekira 800 ribu menjadi 900 ribu.

Bupati juga menulis keyakinannya. Bahwa jumlah penduduk Wonogiri bisa mencapai 1,2 juta jiwa. Berkurangnya data jumlah penduduk hingga tersisa 800 ribu, karena terjadi salah tulis nama, orang belum lahir dicantumkan, orang meninggal dihidupkan lagi, dll.

“Sebelum data masuk DAK2, kami telah mengingatkan agar dilakukan pemutakiran data. Tetapi tidak dilakukan oleh Bupati. Sehingga terjadi salah pendataan,” aku Zainudin. Zainudin masih optimis, data jumlah penduduk akan kembali seperti data lama, 1,2 juta jiwa.

Harapannya jika data jumlah penduduk lebih dari 1 juta jiwa, maka jumlah kursi DPRD Wonogiri bisa kembali semula, 50 kursi. “Meski sudah ditetapkan 45 kursi, tetap ada peluang. Secara yuridis memang sudah terlambat, karena telah ditetapkan 6 Desember 2012 lalu. Tetapi ini aturan bukan Al Quran,” pungkas Udin, panggilannya.[Bagus]

error: Content is protected !!