Danyangan ini Ternyata Ditakuti Pejabat Jahat

0 121
Danyangan Mbah Deder yang terletak di Desa Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono
Danyangan Mbah Deder yang terletak di Desa Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono

infowonogiri.com – JATISRONO –  Kepercayaan masyarakat Jawa terhadap peninggalan-peninggalan nenek moyang relatif masih cukup kental. Salah satu peninggalan leluhur nenek moyang yang dianggap bernilai tinggi oleh masyarakat Wonogiri adalah Danyangan.

Di Wonogiri “Danyangan “ dianggap bernilai sejarah. Danyangan dinilai mempunyai pengaruh penting terhadap perkembangan adat istiadat masyarakat setempat. Bahkan sebagian orang menganggap “danyangan” mempunyai kekuatan magis. Sehingga sebagian orang memerlakukan berlebih terhadap keberadaan Danyangan tersebut.

Namun tidak sedikit pula yang mengangap Danyangan adalah sesuatu yang biasa dan realistis saja. Orang yang berpikir realistis dan modern tentu takkan pernah terseret dan tersesat ke dalam kemusrikan. Masyarakat yang cerdas turut serta melestarikan alam, tak terkecuali turut menjaga “Danyangan” , demi menjaga ekosistem.

Danyangan Mbah Deder yang terletak di Desa Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono
Danyangan Mbah Deder yang terletak di Desa Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono

Di Dusun Pelem RT 01 RW 01, Desa Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono terdapat sebuah Danyangan. Secara geografis, wilayah Desa Tanggulangin berbukit-bukit, membujur ke utara dan ke selatan yang dibatasi oleh sungai-sungai. Wilayah ini merupakan sekatan wilayah yang disebut Lungur. Lungur sebelah timur yaitu Lungur Pakel.

Warga setempat, Sutris (70), kepada Info Wonogiri mengemukakan, Lungur ini dulu banyak ditanami pohon pakel atau pohon mangga. Di sini terdapat sebuah Danyangan. Di sekitar Danyangan terdapat sumber mata air yang melimpah dan jernih. Konon ceritanya, bila ada seorang pejabat yang lewat atau datang di sekitar Danyangan maka jabatan (pangkat ) orang tersebut akan turun.

Sutris menceritakan, kali pertama Dusun ini ditempati oleh Ki Ageng Deder 400 tahun silam. Ki Ageng Deder biasa dipanggil Mbah Deder, tergolong suka berbuat jahat dan curang. Tempat itu disebut Danyangan Mbah Deder. Danyangan ini terdiri dari pepohonan asam, pohon bambu serta bebatuan.

“Bila ada penjahat diburu warga, lari bersembunyi di Danyangan ini sehingga aman,” kata Pardi Sekertaris Desa setempat.[Eka]

error: Content is protected !!