Batu Lumpang Ajaib Bisa Kembali Ke Tempat Semula Meski Dipindah Kemanapun

1 56
Batu Lumpang Ajaib
Batu Lumpang Ajaib

infowonogiri.com – JATISRONO – Di Dusun Nglumpang Desa Tanggulangin Kecamatan Jatisrono, Wonogiri terdapat dua buah batu berukuran cukup besar. Dinamakan Watu Lumpang (Batu Lumpang). Diperkirakan Batu Lumpang ini ada sejak empat abad silam, atau sekira 400 tahun yang lalu. Dukuh Nglumpang merupakan bagian dari wilayah Desa pemerintahan Desa Tanggulangin.

Masyarakat sekitar, meyakini Batu Lumpang ini bukan batu sembarangan. Tetapi Batu Lumpang ini mempunyai keunikan, dan kelebihan dibandingkan dengan batu batu lain, umumnya.Batu Lumpang itu sendiri -dulu- berfungsi sebagai tatakan (landasan) untuk menumbuk singkong kering alias gaplek, sehingga menjadi tepung lembut. Tepung gagplek itulah yang kemudian dikenal sebagai bahan baku thiwul.

Sejarahnya, Batu Lumpang itu awalnya adalah batu berukuran cukup besar. Lalu dipahat pada bagian tengahnya sehingga berlubang. Ukurannya kira kira dua pelukan tangan orang dewasa. Panjangnya kira kira dua meter. Memiliki ketinggian sekira 150 centimeter. Dulu, Batu Lumpang itu penting keberadaannya bagi masyarakat setempat.

Pada hari Jumat (14/6) pukul 11.30 WIB masih berada di Dusun Nglumpang. Batu Lumpang itu diletakkan di tepi jalan Dusun Nglumpang. Batu Lumpang tersebut diperlakukan istimewa, dibandingkan bebatuan lain yang berada di Dusun setempat. Batu Lumpang ini berada di dalam rumah atau semacam gubuk, yang sengaja dibangun untuk melindungi batu itu.

Tempat tinggal bagi Batu Lumpang itu dilengkapi dengan atap berbahan anyaman daun ilalang. Dinding gubuk tersebut berbahan baku kayu jati yang telah dipaku. Sehingga tampak kokoh dan aman. Pada bagian atasnya dipasangi anyaman bambu wulung. Kondisi itulah sepertinya yang membuat Batu Lumpang itu “dikeramatkan” oleh masyarakat setempat.

Kelebihan ketiga adalah Batu Lumpang ini merupakan ciri khas Dukuh (Dusun) Nglumpang. Batu Lumpang ini menyimpan sejarah dan cerita yang secara turun temurun melekat kuat di benak masyarakat setempat. “Dusun Nglumpang memang erat kaitannya dengan keberadaan dua bongkah batu yang berlobang itu. Batu yang satu, berada tepat di tengah jalan Desa. Satunya lagi di sebelah Barat rumah Diyono warga RT 01 RW 03,” tutur Pardi Sekdes Tanggulangin.

Sepengetahuan Pardi, Batu Lumpang tersebut merupakan peninggalan warga stempat yang bernama Sapu Anggin. Sapu Anggin adalah makhluk yang pertama menempati wilayah Nglumpang, sekitra 400 tahun silam. Batu Lumpang itu adalah bisa kembali ke tempat semula, meskipun dipindahkan kemanapun tanpa sepengetahuan manusia.[Eka]

error: Content is protected !!