Manajer BMT BSM Wuryantoro Diduga Korupsi

0 83
Dwi Darsono Kabid Koperasi Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Wonogiri
Dwi Darsono Kabid Koperasi Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Wonogiri

infowonogiri.com – WONOGIRI – Manajer Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Baitul Mal wa-Tamwil (BMT) Bina Sejahtera Mandiri (BSM) Kecamatan Wuryantoro Adhimas Syah Priyo Aji, selain melipat uang nasabah hingga mencapai Rp.2,7 Milyar, juga diduga terindikasi menggunakan uang negara senilai Rp.100 juta.

Uang senilai Rp.100 juta itu merupakan dana pinjaman dari Kementrian Koperasi yang disalurkan ke BMT BSM Wuryantoro melalui Program Pemberdayaan Produktif Koperasi dan Usaha Mikro (P3KUM), tahun 2011-2012. Namun sampai tahun 2013 ini yang bersangkutan baru mengembalikan Rp.5 juta. Sehingga masih tersisa Rp.95 juta.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Diperindagkop dan UMKM Kabupaten Wonogiri melalui Kepala Bidang Koperasi Dwi Darsono, akhir pekan kemarin. “Dia (BMT BSM, red) wajib mengembalikan Rp.75 juta dari total Rp.100 juta pinjaman pemerintah. Ini bisa disebut korupsi,” kata Dwi Darsono.

Sebagai manajer koperasi, Adhimas terindikasi tidak baik dalam mengelola keuangan. Bahkan Dwi menyebut, perbuatan Adhimas tergolong jahat. Karena perbuatannya memiliki unsur kesengajaan, atau disebut modus. “Dia orangnya memang ora cetho (tidak jelas),” kata Dwi Darsono.

Setelah mendapatkan pengaduan dari nasabah, Bidang Koperasi telah mendatangi kantor BMT BSM di Kelurahan Wuryantoro Lor, Kecamatan Wuryantoro. Namun kantornya dalam keadaan tutup. Di dinding rumahnya terdapat papan pengumuman. Pengumuman tersebut menginformasikan BMT BSM siap membayar kewajibannya kepada nasabah.

Tetapi faktanya, kantor BMT BSM tutup. Pengurusnya tidak pernah bisa dihubungi. Ketika didatangi di rumahnya masing masing pengurus tidak ada di rumahnya. Dalam papan pengumuman, nasabah disarankan menghubungi lawyernya (pengacara). Upaya advokasi kasus ini kepada pengacara dinilai hanya sebagai upaya mengulur waktu belaka.

“Itu upaya Adimas Pribadi meminta didampingan pengacara. Dan itu tidak syah. Koperasi itu lembaga, setiap keputusan harus atas dasar kesepakatan bersama seluruh pengurus, bukan atas keputusan pribadi. Menutup kantor juga tidak bisa dilakukan pengacara. Tapi berdasarkan keputusan seluruh pengurus dan anggota,” tadas Dwi lagi.

Dwi mencurigai bawha pendampingan pengacara adalah bagian dari permainan Dhimas. “Jangan jangan itu kuasa hukum atas nama pribadi Adimas thok. Bukan atas dasar kemauan bersama pengurus koperasi,” tandas Dwi. Karena itu, Bidang koperasi akan memanggil seluruh pengurus melalui surat.

Sebelumnya, Bidang Koperasi Diperindagkop dan UMKM telah berkirim surat, dan telah diterima istri-istrinya. Namun tidak tanggapan. Karena itu Bidang Koperasi akan kirim surat panggilan lagi kepada pengurus KJKS BMT BSM Wuryantoro.

Seperti diberitakan, aksi kejahatan diduga dilakukan oknum pengurus BMT BSM Wuryantoro. Modusnya, pengurus menjanjikan bagi hasil tinggi dibandingkan lembaga keuangan lain. Faktanya, bohong. Terbukti, ratusan nasabah BMT BSM tidak bisa menikmati bagi hasilnya, sebaliknya mengambil tabungannya sendiri tidak bisa.

error: Content is protected !!