Kejahatan BMT Kembali Meletus Rugikan Nasabah Milyaran

13 130
Kantor BMT Bina Sejatera Mandiri
Kantor BMT Bina Sejatera Mandiri

infowonogiri.com – WONOGIRI – Aksi kejahatan terselubung oleh pelaku lembaga keuangan kembali meletus di wilayah hukum Polres Wonogiri. Kali ini diduga dilakukan oleh oknum pengurus BMT Bina Mandiri Sejahtera Kecamatan Wuryantoro. Modusnya, lembaga keuangan tersebut menjanjikan bagi hasil yang lebih dibandingkan lembaga keuangan lain.

Namun faktanya, bohong. Terbukti, ratusan nasabah yang menabung di BMT tersebut tidak bisa menikmati bagi hasil yang dijanjikan. Bahkan puluhan nasabah belum bisa mencairkan uangnya sendiri yang ditabung di BMT itu. Jumlahnya mencapai milyaran rupiah. Kini puluhan nasabah BMT tersebut resah. Karena membutuhkan uang itu untuk keperluan keluarganya.

Seperti yang dialami oleh nasabah bernama Suminah nomor rekening 30.507.314 dengan alamat Wuryantoro Lor RT 01 RW 02 Kecamatan Wuryantoro. Suminah memiliki uang tabungan Rp.30.507.314.00,-. Suminah telah berusaha tiga kali mendatangi kantor BMT untuk mencairkan uangnya. Namun belum berhasil. Padahal uang itu akan digunakan untuk mengkhitankan anaknya.

“Saya bingung pak, kalau sampai tidak cair. Bagaimana kalau acara khitanan anak saya gagal. Padahal saya sudah mengabarkan kepada sanak saudara. Nyuwun tolong kepripun meniko pak,”. Selain itu, Suminah hawatir, jika tidak segera dihitankan, akan terjadi sesuatu yang buruk pada penis anaknya. Sebab penis anaknya terkena infekssi. Jalan satu satunya harus disunat.

Keresahan yang sama dialami oleh nasabah yang lain. Seperti dialami para guru sekolah yang menabungkan uang kas sekolah, SD, SMP dan SMK di Kecamatan Wuryantoro. Jumlah nasabag BMT Bina Sejahtera Mandiri dikabarkan mencapai ratusan orang. Sebagian banyak tidak bisa menarik kembali tabungannya.

Seperti dialami oleh Manto sekira Rp.4 juta, Maryadi sekira Rp.12 juta,  Sri Rahayu penabung sekira Rp.40 juta, Endang sekira Rp.100 juta, Prapti sekira Rp.80 juta, Parman sekira Rp.18 juta, uang kas milik SMPN 2 Wuryantoro, Rusmiyati uang kas milik SMK Gajah Mungkur Wuryantoro, dan masih banyak uang tabungan dari guru guru SD di kecamatan Wuryantoro.

“Ada lagi, pak Marduki warga Kedungjati Gemiwang Lor deposito mencapai ratusan juta. Warga Salam Sari Rp.11 juta belum bisa ambil padahal mau buat membayar tukang, gak bisa diambil. Bingung,” kata nara sumber warga Wuryantoro. Sebagian besar nasabah BMT Bina Mandiri Sejahtera adalah warga Wuryantoro.

Diduga pengelola lembaga keuangan berkedok syariah itu selain menjanjikan bunga tinggi, pengelola menggunakan dana nasabah untuk kepentingan pribadinya, dan atau pengurusnya. Kabar yang beredar, pimpinan BMT Bina Mandiri Sejahtera menggunakan dana nasabah berkisar Rp.1,6 Milyar. Pengurus yang lain ada yang menggunakan Rp.800 juta, dan Rp.65 juta, lainnya belasan juta.

Diperoleh informasi dari karyawan BMT Bina Mandiri Sejahtera, Iswanto, BMT ini dipimpin oleh Adimas warga Ploso Wuryantoro, sebagai Manajer. Dimas memiliki empat marketing. Yaitu Rosyid warga Salamsari Wuryantoro, Heri warga Genuk Koripan Wuryantoro, Jujuk warga Giritontro, Wahyu warga Eromoko, dan tenaga penjaga Iswanto warga Pudak Wuryantoro.

Sedangkan seorang tenaga teller, bernama Siti warga asal Kecamatan Manyaran, telah mengundurkan diri. Kabar ini telah beredar luas di wilayah Wuryantoro. Pegawai Kelurahan Wuryantoro dan pegawai Kecamatan Wuryantoro juga telah mendengarnya.

Kasus ini mencuat seminggu belakangan, setelah hampir setiap hari terjadi antrian nasabah yang berusaha menarik uang tabungannya. Menurut karyawan BMT ini, kasus ini telah diambil alih oleh Lembaga Pusat Keuangan Syariah Mandiri. Sementara semua pengurus BMT ini tidak ada satupun yang behasil dikonfirmasi.

Asal tahu, kasus serupa pernah terjadi dan telah dilaporkan ke Polres Wonogiri. Seperti BMT Al Furqon Giritontro dengan nilai kerugian sekira Rp.2.5 Milyar, BMT Dana Bersama Slogohimo dengan kerugian sekira Rp.800 juta. Namun proses hukum tidak ada juntrungnya hingga saat ini.[Bagus]

error: Content is protected !!