Kasus BMT Bina Sejahtera Mandiri Dilaporkan Ke Bupati

12 112
Buwo Setiyadi dan istrinya, Suminah
Buwo Setiyadi dan istrinya, Suminah

infowonogiri.com – WONOGIRI – Kasus kejahatan oknum lembaga keuangan BMT Bina Sejahtera Mandiri (BSM) Kecamatan Wuryantoro dilaporkan ke Bupati Wonogiri melalui Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Wonogiri.

Laporan disampaikan Kamis (16/5) kemarin, oleh salah satu nasabahnya, Suminah melalui suaminya, Buwo Setiyadi. Suminah adalah pemilik tabungan Rp.30.507.314.00 pada nomor rekening 30.507.314 di BMT BSM. Suminah adalah warga Wuryantoro Lor RT 01 RW 02 Kecamatan Wuryantoro.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM telah membuat Surat Tugas kepada tiga stafnya. Yaitu Sakir SE, Drs Dwi Darsono, Budi Nurcahyo ST, dan seorang staf Sutar. Keempat orang tersebut diperintahkan untuk melakukan klarifikasi terhadap pengurus BMT BSM Wuryantoro.

Namun tim belum berhasil melakukan klarifikasi, pasalnya kendaraan dinas yang dikendarai tim mengalami kecelakaan. “Tim hari ini (Jumat, red) ke Wuryantoro untuk klarifikasi, tapi dalam perjalanan sebelum sampai tujuan, mobilnya menabrak sepeda motor,” ujar Staf Bidang Koperasi Sudarna, Jumat (17/5). Rencana tim akan melakukan pengecekan posisi keuangan BMT BSM.

Sementara Manajer BMT BSM, Adimas tidak pernah berhasil dikonfirmasi. Informasinya perkara tersebut diserahkan ke Puskopsyah Wonogiri. Namun pengurus Puskopsyah menyatakan tidak menangani masalah BMT BSM. Sebab manajer BMT BSM telah melimpahkan masalah tersebut kepada lowyer.

Seperti diberitakan, kejahatan oknum pengurus BMT syariah kembali meletus merugikan nasabah hingga milyaran rupiah. Nasabah gagal menarik kembali tabungannya di BMT Bina Sejahtera Mandiri Wuryantoro. Diduga uang tabungan nasabah dilipat oknum lembaga keuangan tersebut.

Seperti dialami Suminah pemilik rekening 30.507.314, warga Wuryantoro Lor RT 01 RW 02 Wuryantoro. Suminah memiliki tabungan Rp.30.507.314.00,-. Suminah telah tiga kali mendatangi BMT BSM untuk mencairkan uangnya. Namun gagal. Padahal uang itu akan digunakan untuk mengkhitankan anaknya.

Keresahan lain dialami para guru SD, SMP dan SMK di Wuryantoro. Antara lain Manto sekira Rp.4 juta, Maryadi sekira Rp.12 juta,  Sri Rahayu sekira Rp.40 juta, Endang sekira Rp.100 juta, Prapti sekira Rp.80 juta, Parman sekira Rp.18 juta, uang kas milik SMPN 2, Rusmiyati SMK Gajah Mungkur, dan masih banyak uang tabungan dari pada guru SD di Wuryantoro. Marduki deposito ratusan juta, warga Salam Sari Rp.11 juta.

Asal tahu, kasus serupa pernah dilaporkan ke Polres Wonogiri pada 2012, dan 2010. Seperti BMT Al Furqon Giritontro dengan kerugian sekira Rp.2.5 Milyar, BMT Dana Bersama Slogohimo dengan kerugian sekira Rp.800 juta. Namun proses hokum belum tampak hasilnya hingga saat ini. Kabarnya polisi masih melakukan audit oleh akuntan publik.[Bagus]

error: Content is protected !!