Dua Minggu Jasad Siswa SMKN Giitontro Di Tengah Lautan

0 17
Baturetno
Baturetno

infowonogiri.com – WONOGIRI – Sampai hari ini Selasa (14/5) jasad Riki Setia Budi (16) siswa SMKN Kelautan Giritontro Wonogiri, belum bisa dibawa pulang ke rumah orang tuanya, di asal Dusun Tugurejo, Desa Boto, Kecamatan Baturetno. Padahal kematian Riki terjadi sejak dua pekan silam. Riki meninggal akibat terjatuh ke laut saat magang kerja praktek di kapal penangkap ikan.  

Diperkirakan jasad Riki baru bisa sampai di rumah duka awal pekan depan. Wakil Kepala SMK Keluatan Putra Jaya menyatakan sudah menghubungi perusahaan tempat siswanya magang
kerja. “Diperkirakan jasad Riki paling cepat sampai di daratan 18 Mei besok. Baru kemudian bisa dibawa ke Baturetno,” katanya.

Lambatnya perjalanan kapal pembawa jenazah Riki itu, menurut Putra terjadi karena menggunakan kapal lambat, dan cuaca buruk. Kapal yang digunakan mengangkut jenasah Riki hanya mampu melaju maksimal di bawah 7 knot (1 knot lebih kurang = 1,85 km/jam). Nahkoda tidak berani menambah kecepatan kapal penangkap ikan tersebut.

Putra menyebutkan, tempat kejadian perkara kecelakaan Riki sangat jauh dari daratan. TKP-nya disebut sebut titik terluar di batas antara lautan Indonesia dan Australia. Kepala Dinas Pendidikan Wonogiri memberi perhatian khusus terkait kecelakaan yang menewaskan satu siswa SMK Kelautan itu.

Senin lalu (13/5), Dispendik menggelar rapat. Hasilnya merekomendasikan agar pihak sekolah berkomunikasi terus dengan syah Bandar di pelabuhan Benoa, Bali. Kedua, meminta sekolah menanggung semua biaya pemulangan dan santunan. Ketiga, diminta menjaga kondusifitas siswa agar tidak terprovokasi atas kecelakaan ini.

Asal tahu, Riki Setia Budi (16) siswa SMKN Kelautan Giritontro meninggal di Samudera Indonesia, dekat perbatasan lndonesia dengan Australia, Jumat (26/4) silam. Remaja asal Dusun
Tugurejo, Desa Boto, Kecamatan Baturetno, itu tewas setelah tercebur ke laut ketika mengikuti pelatihan kerja di kapal penangkap ikan.[Bagus]

error: Content is protected !!