Warga Sudah Usul Perbaikan Sungai Tapi Diabaikan

0 121
Anak anak bermain air akibat banjir yang menggenangi jalan di Lingkungan Nanggan Desa Gemantar Kecamatan Selogiri Minggu (7/4) siang
Anak anak bermain air akibat banjir yang menggenangi jalan di Lingkungan Nanggan Desa Gemantar Kecamatan Selogiri Minggu (7/4) siang

infowonogiri.com – SELOGIRI – Warga berpendapat, penyebab banjir di wilayah Selogiri karena sungai Nanggan telah dangkal dand menyempit. Seperti dikemukakan oleh Sutar penduduk stempat. “Sungai Nanggan sudah dangkal karena lumpur. Lebar makin menyempit,” kata Sutar, Minggu kemarin.

Karena itu, warga mengusulkan agar pemerintah Kabupaten menganggarkan dana untuk mengeruk lumpur sedimentasi, dan membuat tanggul di setiap sisi sungai. Harapannya pada musim penghujan yang akan datang tidak terjadi banjir lagi.

Terpisah, Camat Selogiri, Bambang Haryanto membenarkan, pernah ada usulan revitalisasi sungai Nanggan sejak tahun 2011, yaitu melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan. Namun hingga kini belum direspon. “Usulan warga sungai dikeruk, dilebarkan dan ditanggul tinggi, tapi belum ada tanggapan,” kata Bambang.

Sementara itu, Kepala Desa Jaten Eko Adi Suranto juga melaporkan banjir yang terjadi di wilayahnya menggenangi belasan rumah penduduk di Dusun Gempeng. Namun menggenangi enam rumah seringgi 20 cm. Sebagian menggenangi halaman dan jalan kampung.

“Ada sawah sekira 30-an hektare terendam. Ada yang baru ditanamai, ada 5 hektar yang siap panen,” terangnya. Di Desa Jendi ada enam rumah yang terendam, yaitu rumah warga Dusun Kadipaten. Di Dusun Jetak banjir hanya menggenangi pekarangan rumah warga.

Banjir juga mengakibatkan tebing longsor di Dusun Nglenggong, di Dusun Karangtengah, Desa Singodutan. Material longsoran menimpa rumah Kemis (65). Namun tidak parah. Banjir di Desa Pule terjadi di Dusun Sayangan, Nglaroh, Marekan, merendam 22 rumah. “Satu kolam lele, isinya hanyut,” katanya.[Bagus]

error: Content is protected !!