Malam Itu Warga Emosi Ultimatum PNS Penilik Sekolah

1 26
TKP Rumah Kosong | Foto Bagus
TKP Rumah Kosong | Foto Bagus

infowonogiri.com – SELOGIRI – Sambungan  ” PNS Penilik Sekolah Digerebeg Saat Berzina Dengan Janda Pedagang Gado-gado ” Karena lama lama tidak keluar. Ketua RW didampingi tiga Ketua RT dan ketiga Hansip berinisiatif mengetuk pintu rumah kosong itu.

Meski berulang ulang, namun tidak ada jawaban. Warga marah. Lalu mengultimatum Gn dan Sar, agar membukakan pintunya. Jika tidak membuka warga mengancam akan mendobrak pintu rumahnya.

Ultimatum warga cukup ampuh. Tak lama kemudian Gn membukakan pintunya. Namun Gn keluar sendirian tampa Sar. Gn berlagak sok aman. Gn malah mempertanyakan kedatangan warga. Ketua RW balik mempertanyakan kebaradaan Sar, ada di dalam rumah kosong atau tidak?. Gn membohongi warga. Katanya Sar tidak ada di dalam rumah kosong.

Merasa dibohongi, warga tidak percaya dan tidak sabar. Warga menyeruak menggeledah rumah kosong itu. Badalah!!!! Sar bersembunyi di dalam WC. Wargapun menyeretnya keluar dari WC. Tengah malam itu juga istri Gn, berinisial Tn dijemput Ketua RW untuk menyaksikan kelakuan suaminya di TKP.

Disaksikan warga setempat dan tokoh masyarakat, keduanya mengakui telah berzina. Atas pengakuan tersebut, warga sudah tidak heran lagi. Pasalnya warga mencurigai sudah berulang kali mengetahui. Hanya saja warga menunggu waktu yang tepat untuk mengingatkannya. “Sudah diingatkan melalui keluarganya, tapi tetap saja begitu,” ujar warga.

Makin lama makin seru. Massa bertambah. Wargapun ada yang emosi mengeluarkan suara keras. Untuk mengantisipasi hal negatif. Ketua RW dan Hansip sepakat memutuskan permasalahan dihentikan sementara. Malam berikutnya kasus tersebut dibahas melalui rapat Lingkungan, Sabtu (30/3). Warga dan tokoh agama dan masyarakat dikumpulkan.

Rapat memutuskan dua opsi ditawarkan kepada kedua pezina itu. Pertama pasangan kakek-nenek itu dinikahkan. Kedua belah pihak disanksi adat untuk membayar infak uang Rp.20 juta. Gn secara lisan berjanji menganggupi membayar infak tersebut untuk kas RT dan atau RW. Gn memilih opsi itu karena statusnya adalah PNS dan telah beristri.

Gn berjanji akan membayar infak seluruhnya dalam jangka waktu empat bulan. Sedangkan Sar tidak membayar karena kondisinya tidak mampu karena status  janda tiga anak. Selanjutnya, peristiwa itu dibuatkan berita acara berisi kronologis penggerebegan, surat hasil rapat dan surat pernyataan kedua belah dari kedua belah pihak.

Rabu (3/4) malam ini, kedua belah pihak diundang untuk menandatangani berita acara itu. Sementara yang bersangkutan Gn, tidak berhasil dikonfirmasi. Kantornya juga tampak tutup. Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Selogiri, Titik juga tidak berhasil dikonfirmasi. Demikian halnya dengan Sr. Sr tidak berkenan memberikan dikonfirmasi. Bahkan dia marah saat dipotret.[Bagus]

error: Content is protected !!