Dinas Kesehatan Akan Pelajari Kasus Kematian Ibu-Anak Pasca Persalinan

1 37

pelayatinfowonogiri.com – WONOGIRI – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri menyatakan pihaknya telah menerima laporan kasus kematian ibu dan anak pasca persalinan yang dialami oleh Sunarmi (37) dan bayi yang dilahirkan, di Rumah Bersalin Swasta (RBS) Heni Setya Handayani di Dusun Belang Desa Temboro Kecamatan Karangtengah, Rabu (24/3) kemarin.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala DKK dr H Widodo, Kamis (25/4). “Sudah ada laporan lisan. Prinsip kita baru akan mempelajari setelah laporan tertulis sampai ke meja saya,” ujar Widodo. Dari laporan sementara yang diterimanya, Widodo menandaskan belum bisa menyimpulkan apa penyebab kematian yang sebenarnya dialami oleh ibu dan anaknya itu.

Pihaknya akan mempelajari kronologisnya sebelum sampai sesudah terjadinya persalinan. Dari kronologis tersebut dapat dilakukan audit verbal perinatal maternal mengenai proses persalinan. Karena itu DKK menunggu laporan dari Bidan maupun dari RSMM Ngadirojo yang menangani kedua korban. Secara teori dapat diduga dari beberapa faktor penyebab kematian.

Pertama dimungkinkan sebelum bayi tersebut terlahir, telah terjadi pecah ketuban (pecah dini), karena tipisnya selaput dinding ketuban. Pecahnya selaput dinding ketuban bisa karena tertekan benda tumpul dari luar dinding. Emboli (pembuluh darah tersumbat) bisa berdampak pada kematian ibu dan anak.

“Cairan air ketuban dan ari ari (plasenta) yang pecah bisa menyumbat pembuluh darah ke jantung ibunya. Jika sampai air ketuban terminum bayi juga membahayakan keselamatan bayinya” terang Widodo. Penyebab lain, kematian bayi akibat lehernya terlilit tali pusat. Karena plasentanya belum terlepas. “Informasinya doble lilitan, semakin bayinya keluar semakin kencang melilit karena plasentanya belum pecah,” tambahnya.

Faktor lain, dimungkinan karena ada kelainan jantung pada kematian ibunya. Sebab bisa jadi, ibunya mengalami trauma psikologis atau stres setelah mengatahui bayi yang dilahirkannya telah meninggal dunia. Istilah kedokteran sebagai syok neorogenik histeris. Sebab berdasarkan laporan, menurut Widodo ibunya tidak mengalami pendaraahan serius, normal saja.[Bagus]

error: Content is protected !!