Antrian Terpanjang Pembeli Solar Subsidi

1 76
Spbu Pokoh Wonoboyo Wonogiri
Truk Tangki Premium Sedang Mengisi di Spbu Pokoh Wonoboyo Wonogiri

INFOWONOIRI.CO.ID – WONOGIRI – Antrian calon pembeli bahan bakar solar bersubsidi menjadi pemandangan lumrah. Pasalnya hampir terjadi di setiap SPBU yang memiliki stok solar. Antrian terbaru dapat disaksikan di SPBU Pokoh, Jumat (19/4).

Setiap sore sebelum tangki solar datang sudah terlihat mobil berbahan bakar solar berjajar di pinggir jalan raya Wonogiri Ponorogo. Hari ini adalah antrian terpanjang dalam sejarah sejak terjadi kelangkaan solar.

Pada Jumat sore (19/4) , antrian kendaraan tampak  di SPBU Pokoh Wonoboyo mulai pom bensin sampai di depan SMPN 2 di sisi Timur. Jika diukur jaraknya berarti antrian telah mencapai sejauh kurang lebih 1000M / 1KM. Padahal biasanya hanya sampai di depan SMA Pancasila, atau sekira 300 M dari Pom Bensin. Mereka rela antri demi bisa mendapatkan solar untuk kebutuhan kendaraanya

Edi, Sopir Box  menunggu Kedatangan Solar di SPBU Pokoh
Edi, Sopir Box menunggu Kedatangan Solar di SPBU Pokoh

Edi salah satu sopir mobil box rela antri sejak 16.00 WIB. Edi bukan orang pertama mengantri. Di depannya masih ada 15 unit mobil yang berjajar memanjang. Sampai pukul 18.00 WIB truk tangki solar belum datang. Sementara yang tampak datang adalah truk tangki premium yang sedang bongkar muatan.

Teguh selaku penggawas/mandor Pom Bensin Pokoh membenarkan suasana indah ini selalu terjadi setiap menjelang ada bahan bakar solar subsidi. “Jatah solar setiap hari sebenarnya juga datang, namun tidak tentu terkadang 8000 liter dan juga terkadang 16000 liter, datangnya juga tidak pasti. Yang jelas di atas jam tiga sore, entah kenapa tumben jam segini juga belum datang,” kata Teguh.

Untuk takaran solar 8000 liter habis dalam tiga jam saja. Takaran 16000 liter hanya sekitar enam jam saja sudah habis. Pembelian solar dibatasi. Masing masing kendaraan hanya boleh membeli Rp.150.000- saja. Sedangkan yang mengunakan jerigen hanya 20 liter. Untuk para petani yang akan digunakan untuk traktornya.

“Disini tidak melayani pengecer, mudah mudahan kelangkaan solar ini segera berakhir, kasian para petani untuk meneraktor sawahnya, sering tidak kebagian” ujar Teguh. (N 420)

error: Content is protected !!