Akhirnya Tebing Kopen Manyaran Longsor

2 42
 Bencana Alam  Tanah Longsor di Manyaran
Bencana Alam Tanah Longsor di Manyaran

infowonogiri.com – MANYARAN – Setelah sebelumnya mengalami retak dan bengkah, akhirnya Tebing Kopen Desa Bero Kecamatan Manyaran runtuh atau longsor.

Peristiwa terjadi Minggu (7/4) sore kemarin, tebing yang longsor berawal di Dusun Kopen RT 01 RW 12, Desa setempat. Awalnya hanya terjadi di beberapa tempat seluas 10 meter, pada sekira pukul 18.00 Wib.

Kemudian meluas pada sekira pukul 23.30 WIB. Sampai Senin (8/4) situasi longsoran masih mengkhawatirkan, sampai Senin sering terjadi guguran. Muspika Kecamatan Manyaran bersama warga sudah menuju ke lokasi untuk bekerja bakti, namun belum berani memulai bekerja bakti. Karena tebing masih tampak bergerak.

Kepala Desa Bero, Joko Pramono mengatakan longsoran yang tadinya hanya sekitar 12 meter kini telah  mencapai 30-an meter dari rumah terdekat di bawahnya. Empat rumah di bawahnya terancam longsoran jika hujan deras turun lagi.

“Salah satu rumah milik Dinomo tertimpa material longsoran. Warga dan Anggota Koramil belum berani bekerja bakti memindahkan material. Karena takut tanah longsor lagi sewaktu-waktu,” jelasnya.

Ada empat rumah terancam kian rusak parah. Empat rumah di bawah area longsor sudah sejak sebulan lebih ditinggal ngungsi penghuninya. Semakin hari tebing yang retak kian meluas.

“Retakan tebing paling atas juga bertambah. Pipa yang dipasang untuk membelokkan air agar tidak masuk ke retakan juga terangkat dan sudah rusak. Air dari sumber  masuk ke retakan yang baru terbentuk semalam. Jadi rawan longsor lagi,” kata Latimin (43), warga lain.

Sementara terkait stok bahan makanan yang disiapkan masih tersimpan di SDN III Bero. Stok beras ada satu setengah karung ukuran 15 kiloan dan satu setengah karton mi instan. Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Wonogiri sudah menyediakan bahan pangan tinggal pengiriman. Pemerintah Kabupaten menyediakan per/KK mendapat 15 kilogram. Jumlah pengungsi sampai saat ini tercatat ada sekira 12 KK.

Camat Manyaran, Achmad Trisetyawan Bambang Hermawan mengatakan pihaknya terus memonitor situasi lingkungan wilayahnya.[Bagus]

error: Content is protected !!