Tujuh Pelajar Asusila Dituntut Dua Tahun Penjara dan Denda

0 41
Suryanto SH (kiri) pengacara 7 korban terpidana kasus pecabulan | Foto Bagus
Suryanto SH (kiri) pengacara 7 korban terpidana kasus pecabulan | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Sidang kasus tindak asusila dengan tujuh pelajar telah memasuki agenda pembacaan tuntutan, Senin (4/3/13) dio Kantor Pengadilan Negeri Wonogiri. Jaksa menuntut para terdakwa dengan pidana penjara dua tahun dan denda masing-masing Rp 60 juta. Dengan masa percobaan selama tiga tahun.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Murni SH. Menurut versi jaksa, ketujuh terdakwa terbukti melanggar Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 juncto UU Nomor 3 Tahun 1997 tentang pengadilan anak. Ketujuh terdakwa adalah IW (15), KA (14), DB (14), ED (13), DA (14), SP (15), dan AS (15) semua siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Jatiroto.

Mereka terbukti bersama-sama sengaja melakukan ancaman kekerasan, memaksa anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. Sanksinya pidana penjara dua tahun dan denda masing-masing Rp 60 juta, masa percobaan tiga tahun. Jika selama tiga tahun ke tujuh siswa itu tidak melakukan tindak kriminal maka tidak akan dikenai pidana dua tahun penjara dan denda Rp.60 juta,” katanya.

Jika kemudian terdakwa tidak membayar ganti rugi maka para terdakwa wajib membayar dengan mengikuti latihan kerja selama 30 hari di lembaga permasyarakatan Wonogiri. “Sebaliknya, jika terdakwa melakukan tindak pidana, seperti terlibat perkelahian maka selain menjalani pidana dan membayar denda itu, masih ditambah dengan pidana yang mengatur tentang penganiayaan,” kata Sri Murni.

Karena itu, Sri Murni mengingatkan, sanksi itu tampak ringan akan tetapi sesungguhnya justru berat. Karena para terdakwa tergolong masih anak-anak. “Jadi, harus berhati hati menjaga diri. Jangan sampai terlibat masalah hukum. Begitu terlibat (dalam masa tiga tahun-red) dipastikan menjalani pidana penjara, apalagi mereka masih sekolah semua,” lanjutnya.

Selanjutnya, pada pekan depan direncanakan akan agenda pembacaan pledoi (pembelaan) dari para terdakwa secara tertulis dan atau secara lisan, pada Rabu (13/3) pekan depan. Sidang berlangsung tertutup, hanya boleh dihadiri oleh terdakwa, pengacara, dan keluarganya maupun korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketujuh terdakwa ini, awal Oktober 2012 lalu dilaporkan melakukan pelecehan seksual kepada pelajar berinisial TU (14). TU melaporkan telah dipegangi kemaluan dan payudaranya oleh para terdakwa, di ruang kelas saat jam pelajaran kosong. Perbuatan terdakwa dilakukan berulang kali. Karena itu korban melaporkan ke LSM Cahaya Hati Nurani Rakyat dan berlanjut Polisi.[Bagus]

error: Content is protected !!