Sunaryo Perangi Renternir Agar UKM Berkembang

0 128
Sunaryo SE MM Direktur BKK Eromoko
Sunaryo SE MM Direktur BKK Eromoko

infowonogiri.com – EROMOKO  – Hampir di seluruh pasar tradisional di 25 Kecamatan se Kabupaten Wonogiri bisa dipastikan terdapat pelaku bank plencit atau bank yang dijalankan oleh para renternir.

Renternir adalah sebutan bagi orang yang meminjamkan uang dengan jasa pengembalian bunga tinggi. Istilah yang memasyarakat ngrolasi (12 persen) perbulan, dan bahkan ada yang perhari atau bunga harian.

Nah dalam hukum islam, bunga bank yang melebihi batas ketetapkan pemerintah dikenal dengan istilah riba. Renternir sangat mencekik masyarakat kecil. Di sisi lain bagi pelaku usaha kecil menengah yang kesulitan modal tidak mudah mendapatkan pinjaman bank pemerintah karena keterbatasan agunan.

Direktur BKK Eromoko ,Sunaryo SE.MM mempunyai resep jitu untuk melawan renternir. Salah satu resepnya, ia menawarkan pinjaman tanpa agunan. Caranya, pelaku usaha kelompok kecil membentuk kelompok 5-10 orang. Ajukan permohonan bersama. Nanti cara mengembalikannya ditanggung renteng. Besaran pinjamannya Rp.500 ribu sampai Rp. 2 juta.

Pria warga Sindukarto 1/5 Eromoko ini, meminjami uang untuk modal usaha sesuai kebutuhan anggota kelompok. Sunaryo akan memberi suku bunga ringan bulanan. “Kalau renternir kan memberlakukan bunga harian. Alias bank thitil. Pinjaman dari bank thithil itu kita tutup dengan pinjaman kelompok. Cara lain bisa lewat koperasi RT,” kata pria kelahiran Wonogiri 20 April 1971 ini.

Koperasi RT menurut Sunaryo justru lebih mengena karena selain sudah berbadan hukum, juga langsung diterima masyarakat. “Kalau bulana pelaku usaha kecil, kan menjadi tenang nyambut gawenya. Coba kalau bulanan, unag pinjaman belum berputar, belum produktif, sudah dikejar kejar bank thitil. Kan kasihan karena renternir memberatkan mereka,” tandasnya.

Sebab kebanyakan, bunga bank thitil itu ngrolasi. Misalnya, pelaku usaha meminjam uang Rp.100 ribu. Dia wajib mengembalikan 120 ribu. Sebagai perbandingan di bank pemerintah termasuk di BKK Eromoko hanya mengembalikan 103.000. Bandingkan selisinya. Rp.18 ribu berbanding Rp.3000. Petugas tagih BKK Eromoko tidak mendatangi nasabah. Sehingga tidak perlu malu.

Nasabah boleh datang ke kantor BKK Eromoko di Jl Diponegoro Pokoh Wonoboyo Wonogiri, tmpat kantor Sunary. Sunaryo juga mengaku sudah mensosialisasikan dalam berbagai kesempatan. Untuk mengantisipasi nasabah yang nakal, Sunaryo mengaku sudah mempunyai jurus tersendiri.

Antara lain, survey, menganalisa dan memberlakukan aspek KAMEL (kemampuan aset dan likuiditas). Selain itu tetap memonitoring dan mengawasi nasabah. Dengan maksud positif, yaitu memaantau perkembangan usahanya. Jika tidak berkembang, kita membantu memberikan solusi.

“Istilah kami silaturahmi dan menjali komunikasi,” ujar pria yang meraih banyak penghargaan. Antara lain Penganugaran Indonesian Man Of Year Karir 2011, dua kali meraih The Most Banking In Service Ekselen Of Year Nasional 2012 dan 2011 dari Forum Peduli Prestasi Bangsa, dari Winner A Word, Pria berprestasi 2012, tearkhir Top Leader dari The Uno Even Manajemen.[Bagus]

error: Content is protected !!