Petugas Parkir Yang Melanggar Harus Ditegur

0 40
Sudarno SIP MM Kepala UPT Perparkiran Dishubkominfo Wonogiri | Foto Bagus
Sudarno SIP MM Kepala UPT Perparkiran Dishubkominfo Wonogiri | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Tidak semua petugas parkir itu nakal. Tidak semua petugas parkir baik. Ada yang nakal. Ada banyak pula yang baik. Bahkan ada juga petugas parkir yang illegal. Namun, tentunya lebih banyak petugas parkir di Wonogiri telah legal.

Petugas parkir yang nakal, indikasinya adalah memungut bea parkir tidak sesuai tarif retribusi parkir yang ditetapkan Perda (peraturan daerah). Pertama, Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang retribusi jasa umum. Salah satu point mengatur retribusi parkir di tepi jalan umum.

Kedua, Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang retribusi jasa usaha. Salah satunya mengatur parkir di tempat khusus. Itulah penjelasan singkat dari Kepala UPT Parkir Dihubkominfo Kabupaten Wonogiri, Sudarno SIP, MM, usai koridor masjid At-Takwa Wonogiri, Rabu (6/3) siang.

Saat ini, UPT Perparkiran “mengasuh” petugas parkir resmi (legal) sebanyak 300an orang. Mereka bekerja di 25 Kecamatan se Kabupaten Wonogiri. Tahun 2013 ini, ke 300 petugas parkir itu “wajib setor” ke Kas Daerah sebanyak Rp.936 juta.

Karena memang UPT Parkir ditarget harus menyetor uang sebanyak itu. Pria penghobi sepeda santai ini, akan berusaha bisa mencapai target. Target setoran tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu, yang hanya Rp.700-an juta. Target tahun 2012 telah terpenuhi.

Sesuai Perda tersebut, setiap sepeda motor yang parkir satu kali satu jam di tepi jalan umum wajib membayar parkir Rp.500 rupiah. Kendaraan roda 3 dan mobil roda 4 wajib membayar Rp.1000/perjam. Mobil roda 4 lebih, wajib membayar Rp.1500/satu kali parkir selama satu jam.

Sedangkan yang dimaksud parkir di tempat khusus yaitu parkir di luar tepi jalan umum. Tempat parkir khusu bisa di RSU, tempat penitipan kendaraan dan swalayan atau perkantoran. Pegelolaan parkir di sana diserahkan kepada swasta, dan wajib membayar pajak ke DPPKAD.

Pria warga Ngaliyan 1/8 Desa Singodutan Kecamatan Selogiri ini berharap agar petugas parkir se Wonogiri tertib aturan. Jika tidak maka akan diberikan sanksi ringan maupun berat tergantung faktanya.

Dalam rangka penegakan Perda Parkir, Sudarno menghimbau agar masyarakat turut mengawasi praktek petugas parkir. Manakala menemukan pelanggaran, laporan saja petugas parkir tersebut. Namun selama ini, keberanian masyarakat untuk melaporkan tergolong rendah.

Sudarno mengaku cukup memahami tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala UPT Perparkiran. Sebab dia telah bekerja Dishubkominfo sejak menjadi Calon Pegawai sampai menjabat sebagai Kepala UPT Perparkiran Dishubkominfo Wonogiri ini.

Tugasnya adalah melaksanakan, mengawasi, dan mengevaluasi dan meninventarisasi kinerja perparkiran. Sudarno bekerja hanya dibantu oleh dua orang. Seorang kepala TU dan seorang staf. Mitra kerjanya adalah petugas parkir dan masyarakat.[Bagus]

error: Content is protected !!