Peringati Wafatnya “Gesang ” Murid SD Lakukan Menggambar Bersama

0 81
Puluhan siswa SD Nayu Barat 2 saat menggambar sketsa wajah Gesang |  Foto Labib Zamani
Puluhan siswa SD Nayu Barat 2 saat menggambar sketsa wajah Gesang | Foto Labib Zamani

infowonogiri.com – SOLO – Puluhan siswa kelas V SD Nayu Barat 2 Solo menggruduk markas Republik Aeng-Aeng yang berlokasi di Nusukan, Banjarsari, Solo, Rabu (6/3). Mereka bukan untuk melakukan demostrasi, namun untuk mengikuti kegiatan menggambar bersama dalam rangka memperingati 1.000 hari wafatnya tokoh pencipta lagu Bengawan Solo, Gesang.

Dalam aksinya itu mereka terlihat antusias mengikuti kegiatan menggambar itu. Dengan disuguhi banner berukuran 1,2 x 1,7 meter bergambar Gesang dan sejumlah piagam yang diterima semasa hidupnya itu, layaknya seorang pelukis, mereka bersama-sama menggambar tokoh Gesang di kertas HVS berukuran 30 x 40 sentimeter (cm).

Siswi kelas V, Afriyani Wahyu Ningrum, 10, mengaku senang mengikuti kegiatan menggambar tokoh Gesang itu. Ia mengatakan, selama ini dirinya belum pernah mengetahui dan mengenal siapa tokoh Gesang. “Belum tahu, aku baru tahu Pak Gesang sebagai tokoh pencipta lagu Bengawan Solo iya karena ikut menggambar ini,” ucapnya polos.

Afriyani begitu sapaannya, juga mengatakan, selain dikenalkan tokoh Gesang, selama mengikuti pelajaran di kelas juga dikenalkan tokoh-tokoh pahlawan nasional. “Seneng aja bisa ikut menggambar, apalagi bareng sama temen-temen,” celotehnya.

Temen satu kelasnya, danar Saputra, 12, juga mengaku senang dengan adanya kegiatan menggambar bersama dalam rangka memperingati 1.000 hari wafatnya tokoh Gesang. Ia mengatakan, dalam menggambar itu mengalami kesulitan. “Sulit banget, apalagi harus sesuai pada gambar. Tapi aku nggak menyerah, yang penting bisa mengikuti dan dapat menggambar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Nayu Barat 2, Darmadi SPd, kegiatan itu bertujuan untuk mengenalkan siswa kepada tokoh Gesang. Selain itu, juga sebagai langkah awal untuk mengingatkan kembali generasi muda untuk mengenal tokoh-tokoh pahlawan. Ia mengatakan, dengan kegiatan itu siswa nantinya dapat mengingat dan mengenang jasa-jasa para pahlawan yang selama ini telah mengharumkan nama bangsa Indonesia.

“Sekarang ini kan jiwa nasionalisme anak sudah mulai pudar dan menurun. Bahkan, anak-anak sekarang juga tidak mengetahui siapa toko-tokoh nasional maupun pahlawan nasional di Indonesia. Jadi, kegiatan ini sangat efektif untuk mengembalikan jiwa nasionalisme anak,” jelas Darmadi.

Darmadi menambahkan, kegiatan itu juga sebagai salah satu cara untuk menumbuhkan pendidikan karakter pada anak. Menurutnya, sebelum kegiatan menggambar siswa terlebih dahulu menyanyikan lagu Bengawan Solo secara bersama-sama. “Iya ini sebagai salah satu cara untuk mengajak siswa untuk mencintai kebudayaan,” tandasnya.(bib)

error: Content is protected !!