Lauching Sepur Klutuk ” Jaladara ”

0 34
 Sepur klutuk Jaladara dilaunching | Foto Labib Zamani
Sepur klutuk Jaladara dilaunching | Foto Labib Zamani

infowonogiri.com – SOLO – Sepur klutuk Jaladara kembali dilaunching setelah pada Rabu (27/2/2013) lalu diujicoba.  Dalam launchinggnya itu turut disaksikan ribuan pengunjung yang pada saat itu sedang berolahraga di CFD. Sebagai tanda diresmikannya kembali oerasional sepur kuno itu, dilakukan pemotongan pita oleh Direktur Utama (Dirut) PT KAI Ignasius Jonan dan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo dalam ajang Car Free Day (CFD) Solo, Minggu (10/3/2013).

Dalam sambutannya, Dirut PT KAI, Ignasius Jonan mengatakan sepur klutuk Jaladara itu sempat beroperasi di Kota Solo pada September 2009 lalu. Namun, setelah itu PT KAI mengalami kesulitan untuk mengoperasikan kembali karena sebelumnya sempat mandek selama enam bulan, yakni September 2012 hingga Februari 2013.

Ia juga mengatakan, selama enam bulan itu sepur klutuk Jaladara menjalani proses perawatan. Mulai dari penggantian ketel uap, perbaikan mesin lokomotif, mengecat ulang diseluruh bodi dan lokomotif serta gerbong. “Lokomotif ini dibuat dari Jerman pada tahun 1896, lalu dipensiunkan di museum ambarawa,” kata Ignasius Johan dalam sambutannya di depan rumah dinas Walikota, Lodji Gandrung.

Dijelaskan sepur klutuk Jaladara itu terdiri dari satu lokomotif seri C1218 dan dua gerbong penumpang seri PR 144 dan PR 16 dengan kapasitas angkut penumpang mencapai 80 orang. Menurutnya, kereta kuna itu dioperasikan dengan rute dimulai dari Stasiun Purwosari sampai Stasiun Sangkrah yang berjarak kurang lebih 5,6 kilometer dengan melewati Jl Slamet Riyadi dan akan singgah dibeberapa tempat pemberhentian.

“Selama menempuh perjalan pulang-pergi (PP), kereta ini akan singgah di Kampung Laweyan, Lodji Gandrung, Ngapeman, Pasar Pon, Kraton, Gladak dan tempat pemberhentian lain,” urainya.

Sementara itu, menurut Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, pengoperasian kereta kuno itu membutuhkan proses yang tidak mudah. Dia mengaku, harus merayu PT KAI agar bisa merealisasikan hal itu. Dan akhirnya pihak PT KAI menginzinkan kembali sepeur klutuk Jaladara beroperasi di Solo.

Ia mengatakan, untuk mengakomodir keinginan masyarakat khususnya warga kurang mampu, pihaknya berjanji akan memberikan dana subsidi. Dana tersebut, nantinya diberikan bagi tiap warga kurang mampu di lingkungan RT/RW. “Selain warga kurang mampu pemberian dana subsidi ini juga diperuntukan bagi siswa sekolah, yakni sekitar Rp20.000-Rp25.000 per orang,” katanya.[bib]

error: Content is protected !!