Kasatreskrim Divonis Demosi dan Teguran Tertulis

0 49

semboyan polisiinfowonogiri.com –  WONOGIRI – Kasatreskrim AKP Sukirwanto dijatuhui (divonis) hukuman mutasi yang bersifat demosi, yaitu yang bersangkutan tidak lagi menjabat sebagai Kasatreksrim Polres Wonogiri dan tidak lagi boleh bertugas di Polres Wonogiri.

Vonis kedua yang bersangkutan mendapatkan teguran tertulis dari Kapolres Wonogiri. Kedua vonis tersebut dijatuhkan oleh Kapolres Wonogiri AKBP Tanti Septiyani dan Wakapolres AKP Kompol Sungkono Santoso SH MH sebagai atasan langsung.

Vonis dijatuhkan dalam sidang disiplin yang digelar, Jumat (8/3) di Ruang Ops Polres Wonogiri. Sidang dipimpin oleh Kapolres Wonogiri, dihadiri Wakapolres, Kabag Sumda, Binkum dan Kasi Propam. Hadir pula AKP Sukirwanto sebagai terperiksa.

Sidang dihadiri oleh para perwira di Mapolres Wonogiri, namun berlangsung tertutup untuk para wartawan. “Sidang dipimpin Kapolres sebagai atasan langsung. Intinya ada dua vonis yang dijatuhkan kepada AKP Sukirwanto. Pertama mutasi bersifat demosi dan sanksi tertulis,” ujarnya.

Mutasi demosi artinya Sukirwanto harus dipindah keluar dari wilayah hukum Polres Wonogiri dan tidak boleh menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Wonogiri. Sedangkan sanksi tertulis tidak dijelaskan oleh sumber kepolisian.

Diperoleh kabar, Sabtu (hari ini red’ 9/3) akan digelar serah terima Jabatan Kasatreskrim dari AKP Sukirwanto kepada penggantinya AKP Priyo Utomo. Kasatreskrim dinonjobkan sebagai Perwira Pama di Polda Jateng.

Dijelaskan, bawha sanksi tersebut layak diterima Sukirwanto. Karena yang bersangkutan  dinyatakan terbukti lalai dan bersalah tidak mengawasi anak buahnya. Sehingga terjadilah penganiayaan yang dilakukan oleh dua oknum anggota Reskrim Polsek Jatipurno dan Kismantoro.

Korban penganiayaan itu adalah Susanto alias Nyekris (30) pengamen dan tukang ojek yang beralamat di Salak Giripurwo Wonogiri Kota. Susanto ditangkap dan dianiaya oleh polisi berinisial Pan dan Rof saat diinterogasi atas tuduhan pencurian burung lovebird, Senin, Selasa (4/2) lalu.

Seperti diberitakan, Senin (4/2) lalu, Susanto diciduk empat polisi berinisial Aiptu Pan (Polsek Jatipurno), Briptu Ad (Wuryantoro), Bripka Ag (Eromoko), Bripka Rof (Kismantoro). Susanto difitnah mencuri burung lovebird, 2011. Susanto dilepaskan dalam kondisi terluka berat, opname di RS SMS Wonogiri.[Bagus]

error: Content is protected !!