1500 KK Berharap Segera Dibangun Jembatan Sementara

0 34
anak anak sekolah harus naik angkutan Truk akibat Jembatan Putus | Foto Sugiyarno
anak anak sekolah harus naik angkutan Truk akibat Jembatan Putus | Foto Sugiyarno

infowonogiri.com –  PURWANTORO – Pasca runtuhnya jembatan Kepyar di Sungai Ngandong berakibat jalan penghubung antar desa dan menuju ke Kecamatan lumpuh, lumpuh total. Hampir semua penduduk yang tinggal di sisi Timur sungai antara lain di Dusun Klampok, Ngandong, Sumber dan Kepyar terpaksa harus memutar melalui Desa Biting jika akan menuju ke Kota Kecamatan Purwantoro.

Jumlah penduduk di lima Dusun diperkirakan mencapai 1500 KK lebih. Sementara sebagian sedikit ada yang membernikan diri menyeberangi sungai saat arus sungai surut. Mereka yang nekat menyeberangi sungai mayoritas para petani yang sawahnya berada di sisi timur sungai.

“Namun jika musim panen nanti tiba, terpaksa harus memutar melewati Desa Biting” tutur Karsimin (60) penduduk Ngandong yang keseharianya bekerja sebagai pemecah batu krikil di sekitar jembatan.

Sementara anak anak sekolah adalah pihak yang paling dirugikan atas terputusnya jembatan yang dibangun swadaya masyarakat sekitar tahun 1966 itu. Seperti siswa-siswi SD Kepyar 1. Pasalnya hampir 85 persen muridnya berasal dari penduduk yang tinggal di sisi Timur sungai.

“Jumlah siswa SDN Kepyar 1 ada sekitar 116 anak yang tinggal di sisi Timur sungai. Setiap hari mereka anar jemput ke pergi pulang ke sekolah. Semua siswa dari sisi Timur sungai diangkut dengan mobil truk engkel. Setiap truk diisi sekitar 55 hingga 60 siswa, di jemput di rumah pada pagi hari dan diantar pulang pada siang hari,” tambahnya

Upaya tersebut ditempuh hasil rapat tangap darurat dari pihak sekolahan bersama wali murid. “Jumlah seluruh siswa siswi SDN Kepyar 1 ada 150 siswa. Sebanyak 116 siswa berasal dari timur sungai dari Lingkungan Klampok dan Ngandong. Siswa dari sisi Barat sungai ada sebanyak 34 siswa yaitu penduduk Karangtengah,” katanya.

Setiap siswa dikenai ongkos Rp.2000 setiap hari pergi pulang. “Tetapi ada beberapa siswa yang tdak dikenai ongkos angkutan. Sebab mereka masuk dalam daftar siswa BOS,”  ujar Kepala sekolah SDN Kepyar 1 ,Setiyo Spd, di kantornya, Sabtu (2/3) .

Setiyo berharap runtuhnya jembatan segera diperbaiki. Paling tidak segera dibuatkan jembatan darurat. Sehingga anak anak sekolah dan penduduk yang berada di sisi Timur sungai bisa menikmati kembali jembatan itu. Di sekitar jematan tampak tumpukan pipa besi yang kabarnya akan digunakan untuk membikin jembatan sementara. (N 420)

error: Content is protected !!