Pidana Umum Berlanjut Pasca Sidang Disiplin Kasus Penganiayaan Kelar

0 14
Susanto bersama ibunya | Foto Bagus
Susanto bersama ibunya | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Kasus penganiayaan yang dialami Susanto (30) oleh delapan anggota Polres Wonogiri dan Sukoharjo baru bisa dimulai penyidikan melalui jalur pidana umum setelah kasus tersebut ditangani melalui jalur sidang disiplin kepolisian. Diperkirakan penyidikan perkara penganiayaan itu kelar pada pecan depan.

Kepastian tersebut diperoleh dari Hari Sulityono selaku kuasa hukum korban penganiayaan, Susanto (30) warga Salak Giritirto Wonogiri, Kamis (21/2/13) di kantornya Wonogiri. “Kasus Susanto belum selesai. Ini baru tahap penyidikan perkara pelanggaran disiplin di Polda Jateng. Kalau sidang disiplin sudah kelar, baru bisa berlanjut ke pidana umum, kalau kasusnya berlanjut,” ujar Hari Sulistyo.

Menurut Hari, proses penyidikan pelanggaran disiplin di Propam dan Kanit P3D Polda Jateng relatif cepat. Paling lama sekitar tiga minggu.  Dalam rangka mempercepat penyidikan itu pula, tim penyidik Propam Polda dan Unit P3D Polda Jateng turun ke Wonogiri, memeriksa Susanto untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP).

“Jika pemeriksaan terhadap Susanto dirasa sudah cukup, tim tinggal menaikkan perkaranya ke sidang disiplin. Kalau belum cukup, tim pasti akan turun kembali melengkapi apa kekurangannya,” tambahnya. Hari berpendapat kerja tim penyidik Polda Jateng relative cepat. Tim juga bekerja provisional. Karena itu Hari berpedapat tim Polda telah mendapat cukup bukti.

Sedangkan terkait rencana memperkarakan lembaga Polres Wonogiri melalui jalur sidang praperadilan masih dipertimbangkan secara matang. Jika berlanjut ke persidangan umum maupun sidang praperadilan, kemungkinan besar digelar di Pengadilan Negeri Wonogiri. Sebab lokus deliktinya atau tempat kejadian perkaranya (TKP) di Wonogiri.

Hari menambahkan pihaknya tidak akan melangkah sebelum mendapatkan perintah dari keluarga Susanto yang mempercayakan dirinya sebagai kuasa hukumnya. Demikian juga terkait rencana mempraperadilankan Polres, pengacaranya menunggu kabar dari kelaurga Susanto.

Sementara itu, kondisi Susanto alias Nyekris sudah mulai membaik. Namun Kris (panggilan Susanto) masih merasakan sakit kepala. Selain itu, tangan kanan Kris juga masih terbungkus perban dan gip. Kris mengatakan, tangannya belum normal. “Saya belum bisa apa apa mas. Saya hanya bias istirahat tidur tiduran di kamar,” kata Kris.

Seperti diberitakan sebelumnya , Susanto diciduk empat polisi, Senin (4/2) lalu. Merka adalah Aiptu Pan (Polsek Jatipurno), Briptu Ad (Wuryantoro), Bripka Ag (Eromoko), Bripka Rof (Kismantoro). Susanto difitnah mencuri burung lovebird tahun 2011, Rabu (6/2) sore, Susanto dilepas dalam kondisi terluka berat, hingga opname di RS SMS Wonogiri.[Bagus]

error: Content is protected !!