Pasca Jembatan Putus ,Sekolah Diliburkan dan Pedagang Tidak Ke Pasar

0 25
Seorang Nenek menyebrangi Sungai Kepyar  | Foto Sugiyarno
Seorang Nenek menyebrangi Sungai Kepyar | Foto Sugiyarno

infowonogiri.com – PURWANTORO – Pasca terputusnya jembatan Sumerep di Desa Kepyar Kecamatan Purwantoro, mengakibatkan akses jalan penghubung Desa Kepyar dengan Desa Ngandong lumpuh total. Sebab jembatan yang melintangi sungai Klecek itu adalah satu satunya fasilitas umum bagi warga penduduk Desa Kepyar sampai ke Desa Biting, Bakalan Kecamatan Purwantoro.

Pantauan wartawan IW.Com, Sabtu (23/2) pihak yang paling merasakan dampak terputusnya jembatan itu adalah siswa SD Negeri Kepyar 1 yang berada di sisi Timur Jembatan, yakni di Dusun Karangtengah, Ngandong, Klampok, Kalitigo tidak bisa bersekolah. Karena akses jembatan yang ¬†ambrol tidak bisa dilalui sama sekali. Sementara jika melewati sungai anak anak sekolah tidak berani menerjang sungai, sebab arus airnya deras. “Terpaksa siswa SDN 1 diliburkan,” ujar warga Kepyar di sekitar jembatan yang ambrol.

Tidak hanya anak-anak sekolah, para pedagang pasar Purwantoro pun banyak yang memilih tinggal di rumah. Karena tidak beranii menyeberangi sungai. Namun ada juga yang ke pasar dengan jalan memutar melewati Desa Biting. Ada juga yang berani menyeberangi sungai. Seperti ¬†dilakukan penjual sayur asal Dusun Ngandong. “Kalau memutar kejauhan. Sebenernya ya takut. Tapi gimana lagi,” ujar Sumarni (40) pedagang sayur keliling saat akan menyeberangi sunggai selebar 45 meter itu.

Sekedar informasi, Jembatan Kepyar ambrol Jumat tengah malam sekitar jam 24.00 WIB. Jembatan ini selama hampir sebulan terakhir tidak boleh dilalui mobil. Di ujung timur jembatan dipasangi papan peringatan larangan. Namun bagi pengendara sepeda motor dan pejalan kaki boleh melewatinya. (Nano)

error: Content is protected !!