Paman Susanto Trauma Dengan Polisi

2 64
Ayah Susanto dan Pamannya Tidak Terima Anaknya Dianiaya Polisi | Foto Bagus
Ayah Susanto dan Pamannya Tidak Terima Anaknya Dianiaya Polisi | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Namanya Tukimo. Umurnya sudah mencapai 45 tahun. Ia lebih sering dipanggil Gimo. Gimo bertempat tinggal di Lingkungan Salak RT 04 RW 03 Kelurahan Giripurwo Wonogiri. Gimo tidak lain adalah paman Susanto (30), korban penganiayaan oknum Polres Wonogiri dan Sukoharjo.

Pria yang mempunyai pekerjaan sebagai pedagang ini mengaku cukup trauma berurusan oknum polisi. Kini terulang lagi. Meski kali ini dialami oleh keponakannya, Susanto. Akan tetapi kejadian yang menimpa Susanto membuat hatinya terluka kembali.

Bahkan pengalaman buruk pada masa lalu yang telah dipendamnya, kini mencuat lagi. Dia menceritakan, bawha beberapa tahun lalu, ia pernah dimintai uang sebesar Rp.3 juta oleh oknum polisi. Oknum tersebut adalah berinisial Pan.

Ceritanya, saat itu ia sedang berdagang rambutan. Oknum polisi itu memesan buah rambutan. Saat itu dilayani oleh istrinya Gimo. Singkat kata, istrinya Gimo menyiapkan rambutan pilihan yang terbaik. Oknum polisi itu datang kembali ke tempat Gimo berjualan, namun batal membeli.

Terjadilah perang mulut dengan istrinya. Gimo mengetahuinya. Tentu Gimo membela istrinya. Terjadilah perang mulut antara Gimo dengan oknum polisi itu. Pearng mulut kian seru. Gimo tak kuat menahan emosi lalu memukul oknum polisi itu.

Oknum polisi tersebut terluka di pelipisnya, tetapi tidak melawan, hanya mulutnya yang bicara. Gimo kemudian mengambil pisau buah dan menghunuskan kepada oknum polisi itu. Oknum polisi itu kemudian kabur menyelamatkan diri.

Namun tidak lama kemudian, oknum polisi itu datang kembali dan memperkarakanya. Pisau yang semula akan digunakan untuk menghunus, diminta oknum polisi sebagai barang bukti. Gimo kemudian dimintai keterangan polisi.

Perkara penganiayaanya tidak  berlanjut, tetapi Gimo dimintai uang Rp.3 Juta. “Kali ini kasusnya berbeda. Adik keponakan saya dianiaya oleh oknum polisi. Saya tidak terima. Saya minta agar perkara ini dilanjutkan. Saya akan melaporkan ke Polda, saya trauma,” ujar Gimo.

Gimo mengaku sudah melaporkan ke Polres Wonogiri, Jumat (8/2/13) . Tetapi oleh petugas SPK Polres Wonogiri disarankan kembali pada Senin (11/2/13) mendatang.[bagus]

error: Content is protected !!