Kelompok Petani Daya Guna Kaya Dapat Bantuan Gubernur Jateng

0 61
ilustrasi
ilustrasi

infowonogiri.com – SELOGIRI – Kelompok Daya Guna Kaya Desa Nambangan Kecamatan Selogiri akan mendapatkaan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Bantuan rencana akan diserahkan pada Jumat (15/2/12) oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. Bantuan tersebut berupa uang untuk LDPM Penumbuhan Rp.150 Juta, LDPM Pengembangan, Rp.75 juta, LPM 8 Unit. Penyerahan dilakukan simbolis APBD Kabupaten, pengisian gabah di LDPM Tanii Sejahtera Kelompok Purwantoro Kecamatan Purwantoro 6 Ton gabah.

Ketua Kelompok Petani Daya Guna Kaya Marjuni, mengemukakan bantuan itu akan diterimakan langsung ke rekening ketua kelompok petani atau gabungan kelompok petani.

Marjuni mengharapan sarana prasarana irigasi teknis maupun non telknis maupu. Sistem grafitasi dan disel /diselisasi dipenuhi petani. Kami setiap tahun dapat dari bantuan dari APBD II, APBD I dan APBN. “Kami masih kurang. Irigasi teknis saya sendiri masih membutuhkan 1800 meter panjangnya untuk lokasi irigasi Colo Barat Desa Nambangan Selogiri.

Sekarang sudah ada irigasi yang permanen, tinggal menyambung atau melanjutkan. Kira butuh dana Rp.200 juta. Keluhan petani juga akan disampaikan petani. Di masa Panen Raya harga hasil panen jatuh/ sangat rendah. Jauh dari harga harga pemerintah HPP.

Gabah misalnya Rp.4.200 perkilograh gabah kering, di pasaran hanya Rp.3900 perkilogram gabah kering. Kalau PGKG gabah kering giling (GKG), saat ini Rp.4600 perkg. GKP gabah kering panen Rp.3700. GKS kering simpan Rp.4.100. Itu harga sekarang ini. Nanti diprediksi harga amblek lagi. Ditaksir GKP Rp.3100 perKg. Masalahnya petani butuh duwit, pembeli tidak ada. Tengkulak sukaria.

Karena itu petani dan Gapoktan butuh modal untuk membeli gabah untuk mencukupi kebutuhan petani. Sehingga gabah tidak lari ke tengkulak. Tengkulak kebanyakan dari Sragen. Termasuk Treser, yaitu alat untuk memanen (ani-ani). Biasanya tengkulak yang membawa Treser.

Alat yang digunakan untuk memannen itu disebut Treser. Se-bahu 7000 meter persegi ongkos sewa treser Rp3,5 juta. Tanaman padi yang ambruk lebih mahal. Petanilah yang paling menderita jika sampai. Saat ini Kelompok Petani Daya guna sudah memiliki mesin Combi alat untuk ketam padi (memanen). Alat ini mampu bekerja lebih cepat. Sehektar hanya membutuhkan waktu 2 jam. Bahan bakar solarnya, hanya cukup 10 liter sepahu.

Keluhannya 1 Oktober, daerah irigigasi Colo Barat ditutup. Memang itu sudah putusan dari Proyek PBS. Paling bisa mundur seminggu. Biasanya, baru jebul padinya di saat musim tanam ketiga. Andaikata ada, irigasi lain, jutu jides (embung) atau mbendung kali menyedot air tersebut dengan disel besar mampu membantu untuk mengairi sawah padi di wilayah Colo Barat seluas 1000 hektar.

Kemampuan produksi padi di Colo Barat 1 hektar 11 Ton dikalikan 1000 hektar, tiga kali panen. Tetapi ada yang 16 ton. Satu ubin 2,5 x 2,5 kelompok tani Murakabi, sawah milik H Saimo, hasilnya 9,6 Kg. Jadi se hektar 16 ton per satu hektar. Adi Mesra CS Dinas Pertanian Pusat datang ke Nambangan sampai membuktikan sendiri ke sawah. Ternyata betul sakndunya tidak ada, Rp.28 juta hasilnya. Biaya produksi Rp.9 juta degngan cara nyedot air dari bawah tanah.

Kalau tidak dengan nyedot bisa lebih irit produksinya. Pas musim kemarin terjadi rebutan antara petani dengan para ibu rumah tangga. Terjadi rebutan di Temuwuh, Kalikatir, Gadungan Pasarejo dan harpir semuanya. Terjadilah gegeran. Itu membutuhkan sumur dalam sampai 100 meter, sehinnga tidak menganggu sumur dangkal milik masyarakat. Dulu pernah meminta proposal ini, di Sragen.

Kalau bisa ia meminta ke Gubernur. Alsintan, KTNA Kabupaten, Alsintan (alat-alat mesin pertanian. Contoh mesin tanam. Di Wonogiri belum ada. Di kabupaten lain sudah ada. Jaraknya 15 x 30 cm, hand yraktor masih kurang, perkelompok punya, namun masih kurang. Rebutan traktor, sehinnga tidak bisa tabnam. Setiap tahun sudah dapat, tapi masih butuh lagi. Lalu alat pembuat pupuk Organik.

Baru ada 1 di Desa Sumber Pare Selogiri. Idealnya butuh setiap Desa / Kelurahan ada. Karena didukung banyaknya ternak ayam kambing dan sapi. Ibu Ir Gayatri Endah Cahyani Msi adalah Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah pernah survey di Selogiri. Marjuni Ketua Asosiasi Gapoktan Jateng, sudah dua periode yang memasarkan hasil pertanian sampai Cipinang pasar induk beras, Puspaagri Sidoarjo Jatim, dan ke Keramat Jati Jakarta. Kemudian bersama sama ke Provinsi Riau dalam rangka kerja sama dengan kelompok petani di sana.[bagus]

error: Content is protected !!