Janda Melahirkan Anak Tanpa Ayah Nekad Bunuh Diri

1 39
TKP rumah korban bunuh diri | Foto Bagus
TKP rumah korban bunuh diri | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Parniyati (34) seorang janda dengan tiga anak nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Sabtu (23/2) petang. Aksi nekat itu dilakukan di rumahnya di Lingkungan Jatirejo 2/9 Kelurahan Wonoboyo Wonogiri.

Sementara ketiga anaknya masih tergolong anak anak semua. Anak pertama baru berumur 8 tahun, kedua enam tahun dan ketiga baru lahir enam bulan lalu. Semua anaknya berjenis kelamin laki-laki.

Marsi (45) tante korban, mengatakan korban gantung diri menggunakan selendang yang biasa digunakan untuk menggendong anak ketiganya yang masih menyusui. Seledang tersebut diikatkan di usuk rumahnya. Aksi itu dilakukan pada saat rumahnya kosong. Kakeknya Tiyo sedang ke ladang. Sedangkan ibunya, Narni (54) sedang memanen kacang di pekarangan milik tetangganya.

Kali pertama diketahui ibunya, yang juga seorang janda, sepulang memanen kacang. Sampai di rumah, ibunya terkejut anaknya dalam keadaan tergantung. Kejadian itu dilaporkan ke tetangga dan ke perangkat desa setempat. Polisi yang juga mendapatkan laporan langsung mengevakuasii korban. Polisi memastikan korbam meninggal karena bunuh diri. Jenazah korban langsung dikebumikan malam kemarin.

Marsi menambahkan, korban resmi bercerai setahun lalu dengan suaminya asal Sumatera, Suparman. Mahligai rumah tangganya hancur setelah muncul isu perselingkuhan. Diduga perselingkuhan dilakukan oleh suaminya. Setelah berpisah dengan suaminya, Parniyati menjalin hubungan dengan lelaki kenalan barunya, di perantauan. Kemudian Parniyati pulang kampung, dalam kondisi hamil enam bulan. Namun pacar barunya itu tidak bertanggungjawab.

Terbukti sampai Parniyati melahirkan pacarnya tidak memperlihatkan hidungnya, sampai akhirnya Parniyati nekad gantung diri. “Beruntung anaknya tidak dibunuh, sebelum gantung diri, anaknya ditaruh di lantai ruang tamu. Ibunya gantung diri di kamar,” ujar tantenya.

Tantenya meyakini Parniyati depresi berat karena menanggung beban ekonomi. Sebab dia menganggur, ibunya dan kakeknya juga menganggur. Kakeknya duda, ibunya janda, korban sendiri juga janda. Sementara anaknya yang baru berumur 6bln rencana akan dirawat oleh saudaranya. Sedangkan dua anaknya yang kedua dan pertama sudah ikut bersama ayahnya.[Bagus]

error: Content is protected !!