Ealahhh Ternyata Kebun Binatang Wonogiri Illegal

1 131
Tinggal kenangan, hewan Satwa Gajah di Obyek Wisata Sendang Asri WGM Wonogiri | Foto bagus
Tinggal kenangan, hewan Satwa Gajah di Obyek Wisata Sendang Asri WGM Wonogiri | Foto bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Ternyata, telah puluhan tahun Pemda Wonogiri mengelola hewan satwa yang dilindungi secara illegal, alias tidak memiliki ijin sah dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah.

Karena tidak mengindahkan peringatan tertulis tiga kali beruntun, akibatnya BKSD mengambil alih paksa hewan satwa hidup dan yang mati. Pengambil-alihan hewan satwa dari Obyek Wisata Sendang Asri (OWSA) WGM Wonogiri, dilakukan Rabu (6/2/13). Sebanyak 12 ekor satwa kelokesi OWSA WGM secara bergantian dipindakan dari OWSA WGM. Tiga ekor gajah dikirim ke Taman Satwa di Borobudur. Sedangkan lainnya dipelihara di Taman Satwa Taru Jurug, Solo.

Berikut rincian hewan satwa “milik” Pemda Wonogiri di OWSA WGM Wonogiri. Tiga ekor gajah, satu rusa timor, satu elang hitam, tiga burung merak, satu buaya muara, dua landak dan satu burung kakatua jambul kuning. Selain satwa hidup, pun turut diambilalih dua potongan gading gajah dan satu bangkai anak gajah yang telah diawetkan.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Wonogiri, Pranoto mengemukakan, surat perintah pengambilan satwa itu dilayangkan, Selasa (5/2) kemarin. Surat tersebut menindaklanjuti surat peringatan yang telah dikirimkan beberapa kali sebelumnya.

Surat pertama dikirim pada 22 April 2000 silam. Isi surat tersebut, memerintahkan agar Pemda Wonogiri membentuk Lembaga Konsservasi (LK). Sesuai Pasal 28 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 1999 bahwa LK adalah syarat untuk mengelola hewan satwa dan tumbuhan yang dilindungi UU.

Surat kedua kembali dikirimkan pada tanggal 29 April 2000. Dan, surat ketiga dilayangkan pada rtanggal 18 September 2012. “Semua surat itu tidak ada yang ditanggapi. Sehingga BKSDA mengirim surat mengambil alih hewan satwa,” ujar Pranoto. Pranoto mengatakan diriya hanya bisa pasrah. Karena pengelolaan koleksi satwa tersebut ilegal.

Pranoto menjelaskan, dalam PP Nomor 8 Tahun 1999 dijelaskan, bawha peragaan (pengelolaan) jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi UU hanya dapat diperagakan oleh LK. Semenara OWSA WGM Wonogiri belum memiliki LK. Karena itu, Pranoto merelakan BKSDA mengambil alihnya.

Sebab, konsekwensi mengelola satwa tanpa memiliki LK, maka akan merugikan satwa dan alam. “Jika ada satu satwa yang meninggal saja, misalnya satu ekor burung

saja, bisa dikenai didenda Rp.200 juta atau kurungan lima tahun. Kita akui tidak berijin, sehingga secara sukarela harus kita serahkan,” lanjutnya.
Dua belas hewan satwa tersebut bisa diambil kembali, setelah Pemda Wonogiri telah memiliki LK. Syarat mendirikan LK adalah memiliki kandang yang memadai, mempunyai dokter hewan, hewan yang dipelihara harus berpasangan, harus ada pemeriksaan kesehatan satwa secara rutin. Pengelola, juga harus mempunyai ilmu memelihara hewan satwa. Pendirian LK ditanggung oleh APBD II Kabupaten Wonogiri.

Jika Pemda Wonogiri telah memiliki LK maka pihak BKSDA akan mengembalikan 12 satwa dilindungi itu. Bakan BKSDA bersedia mengisi taman satwa dengan berbagai koleksi sesuai permintaan LK Pemkab, tampa dipungut biaya. “Kalau perlu bikin kebun binatang saja, dananya sekitar Rp.5 miliar,” pungkasnya.

Sekretaris Disbudparpora, Sentot Sujarwoko menambahkan OWSA WGM hanya salah satu dari 12 Kabupaten lain yang belum memiliki LK se Jawa Tengah. Sementara Kepala UPT OWSA WGM, Agus Tri Harimulyanto mengatakan belum bisa memperkirakan dampak negatif/positifnya menyusul ditariknya 12 hewan satwa tersebut.[bagus]

error: Content is protected !!