Cekdam Brangkal Sementara Ditutup Warga Dilarang Melintasi

0 57
Ilustrasi
Ilustrasi

infowonogiri.com – NGUTORONADI – Pemerintah Desa Ngadipiro dan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) menyepakati untuk sementara waktu, cekdam sungai Brangkal ditutup. Warga penduduk sekitar Brangkal dilarang melintasi Cekdam sungai tersebut.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Desa Ngadipiro Agus Purwato dan juga oleh Kapolsek Nguntoronadi AKP Sartono SH, Kamis (14/2/13) kemarin.

Dengan menggunakan pengeras suara pihak kepolisian sudah berkeliling Desa mengumumkan agar warga sementara tidak melintasi pelataran cekdam. Karena aliran sungai bisa saja menjadi deras jika di bagian hulu terjadi hujan.

Agus Purwanto menceritakan, selama ini warga Desa Ngadipiro dan warga Desa Gedong di seberang sungai memang terbiasa melintas di pelataran Cekdam Brangkal yang memiliki panjang 50 m dan lebar 1,5 m.

Warga lebih memilih melintasi Cekdam Brangkal lantaran menghemat perjalanan sejauh 1 km. Pada musim kemarau, jalan pelataran itu kering. Bahkan bisa dilalui sepeda motor. Namun pada musim hujan, pelataran cekdam penuh lumpur dan licin.

Pada saat hujan deras, seperti akhir akhir ini, ketinggian air di atas pelataran bisa mencapai lebih dari 1 meter. Seperti saat terjadi kecelakaan yang dialami Larso (30) warga Dusun Dungwot, Desa Ngadipiro dan keponakannya, Pia Uswatun Hasanah (14) warga Dusun Sasap, Desa Gedong.

“Kami selalu mengingatkan semua warga yang mau lewat sana kami sarankan agar memutar lewat jalan yang ada. Kecuali pada waktu musim kemarau,” katanya.

Seperti diberitakan dua bersaudara, Larso (30) warga Dusun Dungwot, Desa Ngadipiro dan keponakannya, Pia Uswatun Hasanah (14) warga Dusun Sasap, Desa Gedong hilang sejak Rabu (13/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Sampai Jumat dini hari belum ditemukan.[Bagus]

error: Content is protected !!