Barang Bukti Video Saru Dikirim Ke Labfor Polda Jateng

0 27
 Para saksi terlapor kasus pencemaran nama baik dengan video
Para saksi terlapor kasus pencemaran nama baik dengan video “saru” | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Kasus peredaran video “saru” yang diduga mirip Kepala Desa di wilayah Kecamatan Tirtomoyo terus bergulir. Dalam rangka menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat dugaan pencemaran nama baik, pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan mengirimkan barang bukti ke Labforensik Polda Jateng.

Keterangan tersebut diberikan Kapolres Wonogiri AKBP Tanti Septiyani melalui Kasubag Humas Polres Wonogiri AKP Supriyadi, Kamis (28/2) siang. “Kita masih melakukan penyelidikan laporan kasus pencemaran nama baik itu. Antara lain memanggil para saksi, dan mengirimkan barang bukti milik para saksi untuk dikirimkan ke Polda,” kata Supriyadi.

Dijelaskan, barang bukti yang dikirimkan ke Polda adalah HP milik para saksi. HP milik para saksi diduga pernah digunakan untuk menyimpan gambar video “saru” yang disebut sebut milik salah satu Kepala Desa di Kecamatan Tirtomoyo. Di labfor Polda Jateng nanti, diharapkan akan dapat diketahui video “saru” tersebut.

Oleh tim ahli Labfor Polda Jateng akan diteliti kebeadaan video “saru” tersebut. Misalnya, kapan video tersebut diproduksi. Dimana pembuatanya, dan siapakah pemeran dalam video “saru” itu. Diharapkan akan dapat diketahui bagaimana proses tersebarnya video “saru” itu. Namun untuk mengetahui semua itu diperlukan waktu cukup lama.

Sampai kemarin, diperoleh informasi, jumlah saksi yang telah dimintai keterangan ada sebanyak 12 orang. Antara lain saksi terlapor yaitu berinisial War (66) mantan Sekdes. Lalu Wid (40) anak kandung War, Eko, Har, SH, Jum, Wid alias To, SS dan Ren. Saksi lain adalah pelapor yakni Sut sebagai pelapor, Jum dan Triyono.

Seperti diberitakan sebelumnya , di Kecamatan Tirtomoyo beredar video “saru”. Wajah pemeran dalam gambar video “saru” tersebut dikabarkan mirip wajah salah satu mantan kepala Desa di Kecamatan Tirtomoyo. Mencuatnya video “saru” itu datang dari wilayah Desa Dlepih Kecamatan Tirtomoyo, menjelang Pilkades. Peredaran video “saru” itu diduga sebagai alat kampanye hitam.

Pihak yang merasa disebarkan dan dituduh memiliki wajah yang mirip dalam video itu melaporkan mantan Sekdes ke Polsek Tirtomoyo telah mencemarkan nama baik oknum Kades. Oknum Kades itu tidak terima wajahnya dianggap mirip dalam video itu. Oleh Polsek Tirtomoyo perkara itu dilimpahkan ke Satreskrim Polres Wonogiri.[Bagus]

error: Content is protected !!