Akhirnya Empat Oknum Anggota Polsek di-BKO-kan di Satreskrim Polres Wonogiri

1 32

semboyan polisiinfowonogiri.com – WONOGIRI – Orang tua Susanto, korban penyiksaan oleh empat oknum anggota Polres Wonogiri resmi melaporkan ke SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) Polres Wonogiri, Senin (11/2/13).

Pelapor tersebut adalah Tukiman (65) dan Tukimo alias Gimo (45), keduaanya warga Salak Giripurwo Wonogiri Kota. Ayah dan paman Susanto itu didampingi aktifis LSM Jerat Wonogiri, Hartono.

Pelapor datang sekira pukul 08.00 Wib. Namun baru dilayani pasca apel pagi, selepas pukul 09.00 Wib. Pelapor melaporkan kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh delapan oknum polisi terhadap Susanto. Penganiayaan terjadi Senin (4/2) lalu di Mapolsek Selogiri. Susanto selama dua hari dua malam disekap di Mapolres Wonogiri.

Orang Tua Susanto Resmi Melaporkan Kasus Penyiksaan ke Mapolres | Foto Bagus
Orang Tua Susanto Resmi Melaporkan Kasus Penyiksaan ke Mapolres | Foto Bagus

Penyekapan tersebut diduga atas perintah Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Sukirwanto. Pelaku penganiayaan adalah anggota Polsek jajaran. Berinisal Pan (Polsek Jatipurno), Ag (Eromoko), Ad (Wuryantoro) dan Rof (Kismantoro). Diperoleh informasi, mereka di-BKO-kan di Satreskrim Polres Wonogiri, berdasarkan surat perintah (sprint) Kapolres Wonogiri.

Tujuannya Operasi Jaran Candi adalah dalam rangka mengungkap hasil kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Polres Wonogiri ditarget harus mampu mengungkap tiga tersangka dan atau tiga tempat kejadian perkara (TKP). Operasi Jaran digelar mulai 21 Januari dan berakhir 7 Pebruari lalu. Polres Wonogiri hanya berhasil mengungkap dua TKP Curanmor.

Dalam penyelidikan Satreskrim Polres Wonogiri menangkap dua orang pelaku pencurian burung, yaitu Angga dan Totok. Angga dan Totok mencuri burung love bird (labed) di Lingkungan Salak Giripurwo, di Wonokarto sekitar RS Marga Husada dan di Cubluk Giritirto. Angga dan Totok menyebut-nyebut Susanto terlibat dalam pencurian burung itu, pada 2011 silam.

Hasil penyelidikan, Susanto tidak terbukti. Sayang nasib Susanto sudah terlanjur hancur. Susanto menderita luka memar di kepala, luka jeratan di leher, lebam di tubuh, patah tulang kelingking dan kencing darah. Selain itu ia kesulitan menelan dan mendengarkan. Susanto masih menjalani perawatan di bangsal anggrek RSUD SMS Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Tanti Septiyani mengemukakan pihaknya dan Kasatreskrim menandatangani sprint Operasi Jaran Candi. “Dalam rangka Operasi Jaran Candi, dibentuk tim. Kita ditarget minimal dapat ungkap tiga kasus. Kasatreskrim bentuk tim bayangan, dan telah dibuatkan Sprint. Empat anggota itu diperbantukan agar dapat mengungkap,” kata Kapolres.

error: Content is protected !!