7.580 Kartu Jamkesmas Salah Sasaran Dikembalikan ke Pusat

0 57
Kabid Promosi Kesehatan Sri Rudyaningsih | Foto Bagus
Kabid Promosi Kesehatan Sri Rudyaningsih | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Pemkab Wonogiri akan segera mengembalikan 7.580 lembar kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) yang salah sasaran. Pengembalian itu akan disertai permohonan agar kuota yang salah sasaran bisa diganti dengan warga lain yang tidak mendapatkan jamkesmas tahun 2013 ini.

Itu dikemukakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Widodo melalui Kabid Promosi Kesehatan Sri Rudyaningsih, Selasa (5/2/13). “Hasilnya, dari 273.015 lembar Jamkesmas yang distribusikan, ada 7.580 yang salah sasaran. Segera kita kembalikan ke pusat bersama 245 lembar kartu yang rusak saat kami terima,” katanya.

Sri merinci, dari 7.580 kartu Jamkesmas yang salah sasaran itu, 4.418 lembar di antaranya berisikan nama-nama orang yang sudah meninggal dunia. Sedang 1.947 kartu lainnya berisi orang yang sudah pindah alamat. Selain itu, ada 354 lembar kartu yang salah nama, 645 lembar kartu yang salah alamat, 85 lembar kartu berisi nama peserta askes, 94 lembar untuk kartu ganda dan 37 lembar kartu berisi nama dan alamat orang yang tidak dikenal.

Ririn –panggilannya-, mengatakan pihaknya tengah menyusun dokumen pengembalian kartu tersebut ke Kementerian Kesehatan. Pengembalian kartu itu rencananya akan dilampiri surat bupati yang berisi permohonan agar 7.580 jatah Jamkesmas yang salah sasaran itu bisa digantikan dengan warga yang tidak tercover Jamkesmas. Terutama warga miskin yang menderita penyakit kronis.

Kami berusaha, eman-eman jika sampai kuota itu tidak bisa diisi lagi. Rencananya, jika bisa diisi lagi, kuota yang salah sasara itu akan kami isi dengan peserta Jamkesda yang menderita penyakit kronis. Seperti gagal ginjal, jantung, dan kanker,” tambahnya.

Mengenai kartu jamkesmas lama, Ririn mengatakan kartu itu masih bisa dipakai sampai 28 Februari mendatang. Setelah itu, hanya kartu Jamkesmas baru yang bisa dipakai. Masyarakat miskin penderita penyakit kronis yang tidak mendapat kartu Jamkesmas baru menurut dia akan segera dimasukkan dalam daftar penerima Jamkesda.

Tahun 2013 ini, lanjut Ririn, kuota Jamkesda sama seperti tahun 2008 lalu, yakni 65.584 orang. Kuota tersebut sudah seharusnya divalidasi. DKK sudah mengusulkannya ke Bappeda. “Masyarakat miskin yang tidak terkaver jamkesmas dan jamkesda tapi punya penyakit kronis bisa diusulkan. Tahun lalu, kami terbitkan kartu jamkesda baru yang di luar SK Bupati sebanyak 213 kartu,” imbuhnya.[bagus]

error: Content is protected !!