50 Warga Paranggupito Tagih Janji Bupati

0 85
Aksi unjukrasa warga Paranggupito di halaman rumah dinas Bupati Wonogiri | Foto Bagus
Aksi unjukrasa warga Paranggupito di halaman rumah dinas Bupati Wonogiri | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Sebanyak 50 perwakilan dari 227 warga Desa Gunturharjo, Gebangharjo dan Paranggupito Kecamatan Paranggupito, menagih janji Bupati H Danar Rahmanto yang pernah disampaikan setahun lalu, Rabu (23/3/11) silam. Bupati mengatakan sanggup menyelesaikan sengketa tanah warga Paranggupito vs PT Batik Keris Solo.

Namun warga gagal bertemu dengan Bupati Danar Rahmanto. Mereka hanya ditemui oleh Sekda Pemda Wonogiri Budiseno, di Graha Personalia BKD Wonogiri, Humas Waluyo dan Warno pegawai BPN. Warga didampingi aktifis LBH YAPHI Solo Heri Hendro Harjuno dan Yusuf, serta beberapa aktifis. Pertemuan berlangsung tertutup.

Heri menjelaskan, bahwa tanah mereka pernah dibeli oleh PT Batik Keris (PTBK) pa­da tahun 1989 lampau. Pembelian itu menurutnya terjadi secara tidak wajar. Tanah seluas 135 hektar berada di pesisir pantai selatan berjarak 500 meter dari bibir pantai. Tanah tersebut terlantarkan selama 20 tahun lebih.

Janji Bupati waktu itu adalah keinginannya untuk membantu masalah tersebut segera tuntas. “Kami siap membantu. Terpenting dapat ikannya tapi jangan sampai keruh airnya,” ujar Bupati kala itu. Bupati memperkirakan masalah tersebut akan kelar pada tahun 2012 ini. Akan tetapi sampai sekarang tanahnya mangkrak.

Aksi unjukrasa warga Paranggupito di halaman rumah dinas Bupati Wonogiri | Foto Bagus
Aksi unjukrasa warga Paranggupito di halaman rumah dinas Bupati Wonogiri | Foto Bagus

Sementara Bupati Danar Rahmanto, melalui pesan BBM (black berry masangger) Selasa (12/2) siang, menyatakan pihaknya terus berupaya mencarikan solusi terbaik bagi semua pihak. “Keinginan kami status tanah yang jelas, dan tidak merugikan warga dan pihak lain. Kami mendapat kabar, Batik Keris siap bernegosiasi. Semua butuh proses,” kata Bupati.

Heri Hendro Harjuno menegaskan, bawha tanah tersebut adalah hak milik warga setempat. Mereka menginingkan agar Batik Keris mengembalikan kepada warga setelah 20 tahun lebih membiarkannya. “Sejak tanah itu dibebaskan Batik Keris sama sekali tidak pernah memanfaatkan sampai sekarang,” katanya.

Warga menuntut agar pemerintah segera membantu menyertifikatkan tanah tersebut atas nama penduduk setempat. “Sampai kapanpun warga tetap akan mempertahankan tanah tersebut menjadi miliknya, sampai kapanpun,” ujarnya.[bagus]

error: Content is protected !!