Warga Geruduk Kantor Desa Tuntut Mundur Kaur Kesra

0 75

kantor kec kismantoroinfowonogiri.com – KISMANTORO – Puluhan warga Desa Miri Kecamatan Kismantoro marah terhadap perangkat Desa setempat lantaran tidak amanah bahkan cenderung cluthak. Kemarahan warga dilampiaskan dengan menggelar aksi unjukrasa ke kantor Desa setempat, Rabu (2/1/13) siang.

Warga menuntut agar Kaur Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Bambang Irianto (35) dilengserkan dari jabatannya. Aksi masa yang berjumlah sekitar 30 orang itu dipimpin oleh Totel Irianto selaku Kordinator Lapangan. Mereka menuding Bambang Irianto sebagai pezinah.

Perempuan yang telah berzina dengan Kaur Ekbang itu, adalah Sarsi (35), juga warga setempat. “Warga menginginkan Bambang Irianto dilengserkan. Dia tidak amanah. Buktinya menzinahi warganya. Sebagia kaur seharusnya mengayomi, bukan mengangkangi,” katanya.

Camat Kismantoro Heru Istianto sudah dikonfirmasi tetapi tidak ada jawaban. Kapolsek Kismantoro AKP Darmanto SH mengemukakan, aksi yang dilakukan oleh warga Miri diikuti oleh 30 orang warga. Mereka menuntut Bambang Irianto mundur dari jabatannya Kaur Kesra.

“Bambang Irianto sudah kami amankan, yang bersangkutan kita kirim ke Polres dengan keselamatan dia dan keluarganya. Warga kecewa karena Bambang Irianto diberhentikan atau mengundurkan diri dari jabatannya,” kata Kapolsek mewakili Kapolres AKBP Tanti Septiyani. 

Kapolsek menjelaskan, bawha Bambang Irianto dituduh berzina dengan Sarsi. Sarsi adalah istri dari Saryun. Kasus zina tersebut dilaporkan ke polisi pada Juli 2012 silam. Perkara tersebut telah disidangkan di Pengadilan Negeri Wonogiri. Sidang baru sampai pada tahap penuntutan.

Selain itu , warga meminta Kepala Desa Miri turut membantu mempercepat pelengseran Bambang Irianto. Dan, warga meminta Kades Miri turut membantu mencari Sarsi agar pulang ke Kismantoro, sehingga sidang perkara zina segera tuntas.

Sariun (40) suami Sarsi telah datang ke Kantor Bagian Pemdes Setda Wonogiri. Intinya melaporkan, istrinya mengaku pernah berselingkuh dengan Bambang Irianto. “Istri saya mengakui. Bambang juga mengakui pernah. Tapi Bambang meminta agar saya tidak melaporkan,” jelasnya.

Kabag Pemdes Sriyono mengatakan pihaknya bisa menindaklanjuti kasus tersebut, namun setelah ada keputusan tetap dari pengadilan, dan ada pemeriksaan dari Inspektorat. “Kades bisa mengambil keputusan jika pemeriksaan Inspektorat terbukti,” jelasnya. [[email protected]]

error: Content is protected !!