Proyek Jalur Lingkar Kota Molor Berdampak Banjir

0 66
ilustrasi
ilustrasi

INFOWOGIRI.COM – WONOGIRI – Dua rumah warga Dusun Mundu, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota terendam banjir setiap musim hujan tiba, seperti saat ini. Kedua rumah yang mengalami kebanjiran adalah milik Kirmin dan keluarganya.

Kirmin mengatakan, bagian yang kebanjiran tidak hanya dua rumah. Tetapi kandang hewan ternak dan seluruh pekarangannya. Salah satu penyebab rumah dan pekarangannya kebanjiran dikarenakan proses pembangunan jalan Jalur Lingkar Kota (JLK) yang molor.

Sebab, dulu sebelum ada pembangunan JLK. Rumah dan pekarangan milik Kirmin dan keluarganya tidak pernah kebanjiran. Air yang merendam rumah Kirmin dan anaknya itu berasal dari JLK. Karena tidak dibangun drainase (saluran air) di kanan kiri jalan JLK.

“Baru musim hujan ini air merendam rumah saya dan menggenangi pekarangan milik saya dan anak saya. Air banjir itu disebabkan tidak ada selokan di sisi kiri dan kanan jalan JLK,” ujar  Kirmin, kemarin (23/1).

Menurut Kirmin, sebelum dibangun JLK tidak pernah banjir. Karena sebelumnya, selokan di tepi jalan masih berfungsi baik. “Saat ini, selokannya tidak berfungsi. Makanya, air langsung masuk ke rumah saya,” katanya didampingi istrinya, Tukinem.

Kedalaman banjir sampai sepaha orang dewasa. Tukinem hanya pasrah. Dia hanya berharap hujan tidak terjadi saban hari. Sehingga diharapkan air bisa segera surut remesap ke dalam tanah, dan atau mengalir ke sungai.

Upaya yang dilakukan Kirmin, hanyalah, melaporkan masalah ini ke Ketua RT dan Kepala Dusun setempat. Lumayan, laporannya ditanggapi serius oleh perangkat desa setempat. Warga bekerja bakti mengalirkan air dari rumah ke pekarangan.

Kemarin, posisi rumah Kirmin dan anaknya sudah tidak tergenangi air. Namun di pekarangannya air masih tampak menggenang. Pantauan wartawan ini, posisi rumah dan pekarangan Kirmin dan anaknya memang lebih rendah dari jalan.

Rumah Kirmin berada di dekat tikungan dan berada di tepi sungai. Jika dilihat dari titik akhir JLK, rumah tersebut terhitung lurus dari titik terakhir pembangunan JLK yang akan dilanjutkan tahun ini.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sri Kuncoro mengatakan akan segera menyikapi masalah banjir tersebut. Antara lain akan segera melanjutkan proyek JLK dan membangun drainase di tepi JLK di wilayah setempat.

“Maret nanti sudah mulai proses lelang. Setelah itu proyek JLK akan dilanjutkan denggan menyesuaikan anggaran. Paling tidak bisa diambilkan dari dana pemeliharaan jalan. Tahun ini dianggarkan Rp.900 juta,” ujar Sri Kuncoro by phone.[[email protected]]

error: Content is protected !!