Profile Kepala UPT OWSA WGM

1 166
Agus Tri Hari Mulyanto Kepala UPT OWSA WGM
Agus Tri Hari Mulyanto Kepala UPT OWSA WGM

infowonogiri.com – WONOGIRI – Nama lengkap Agus Tri Hari Mulyanto (55).  Orang sering memanggilnya pak Agus. Pria bergelar sarjana komuniasi UNS Solo ini, kini menjabat sebagai Kepala UPT Obyek Wisata Sendang Asri (OWSA) Waduk Gajah Mungkur (WGM). Jabatanya tersebut berada di bawah komando Kantor Dinas Seni Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Wonogiri.

Ternyata, Agus sebelum menjadi pegawai negeri sipil adalah seorang “pria jalanan”. Ya. Sebab sebelum menjadi abdi negara, dia adalah mandor bus trayek Wonogiri-Jakarta. “Ya, saya dulu itu kondektur bus Ismo. Saya telat jadi PNS. Terlalu lama dolan di jalanan 11 tahun,” katanya, belum lama ini. Dia juga pernah menjadi assisten manajer editor PT Intan Pariwara.

Awal menjadi PNS, Agus masuk tahun 1990 di Departemen Penerangan (Depen) sampai tahun 1999. Kemudian Deppen dibubarkan pada era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gusdur.  Selanjutnya ditempatkan di Dinas Nakperla selama tiga tahun. Kemudian dipindahkan ke Dinas Kehutanan dan Perkebunan, kini namanaya LHKP selama 7 tahun.

Mulai tahyun 2010 ia dipercaya di Disbudparpora sebagai Kepala UPT OWSA WGM Wonogiri, sampai saat ini. Ayah dua anak ini, dan satu cucu ini. Pengalaman sebagai PNS, menurutnya yang paling menarik ketika ia dinas di Hutbun. Ia mengaku tidak punya pengalaman teknis dan teori di bidang Kehutanan dan Perkebungan.

Sehingga ia harus banyak belajar dan berguru kepada orang lain, dan mengikuti pelatihan dan pendidikan di bidang yang diamanahkannya. Yaitu Seksi Rehabilitasi Lahan dan Hutan. Tantangan terberat, waktu itu, ada “proyek” Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) dari pemerintah Pusat. Wonogiri salah satu Kabupaten yang menerima paling banyak dana.

Jumlahnya mencapai puluhan Milyar yang dikucurkan mulai tahun 2003-2007. Luasan lahan mencapai 5.150 hektar pertahun. Total mencapai 22 ribu hektar. Setiap tahun dikucurkan dana Rp.13 -15 Milyar. Selain rawan melakukan penyimpangan keuangan, juga rawan terjadinya kesalahan atau kegagalan meng-konservasi lahan dan hutan.

“Tapi sepanjang saya bekerja di sana, saya tidak punya apa apa. Tetapi saya disana mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman. Terpenting saya selamat melaksanakan amanah itu,” ujarnya. Soal alasan memilih menjadi PNS?. Agus menjawab, alasannya ia mengikuti istri, yang memang lebih dulu menjadi PNS.

Waktu itu, jika istri mengikuti Agus ke Klaten sebagai PNS, tidak bisa. Sebab guru di Wonogiri saat itu sangat rendah dibandingkan dengan Klaten. Sehingga kemudian Agus melamar menjadi PNS, dan kebetulan diterima di Wonogiri. Kini dia merasakan nyaman hidup di Wonogiri. terlebih kedua anaknya sekolah dibiayai negara dan telah bekerja semuanya, di Dirjen Pajak.[[email protected]]