Masyarakat Sidoharjo Diminta Menunggu Investigasi Inspektorat

0 79
Pelantikan Kades Se Wonogiri
Pelantikan Kades Se Wonogiri

infowonogiri.com – WONOGIRI – Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto menyatakan tidak akan bermain api dalam menyikapi permasalahn Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Mojoreno, Kecamatan Sidoharjo, beberapa waktu lalu. Meskipun salah satu dari empat Calon Kades telah dilantiknya pada, Rabu (16/1/13) di pendopo rumah dinas Bupati.  

Bupati lebih memilih akan menunggu hasil investigasi tim Inspektorat Daerah Wonogiri. Danar berharap Muspika Kecamatan Sidoharjo bisa bekerja sama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Mojoreno untuk menciptakan situasi dan kondisi yang bagus, demi kebaikan bersama.

“Biarkan proses demokrasi mengalir baik dan lancar. Sehingga masyarakat merasa dihargai. Menang atau kalah harus terjadi secara terhormat. Setiap ada masalah sikapilah dengan arif dan bijaksana. Jika ada yang merasa dirugikan secara politis maupun pragmatis biarkan berjalan secara normatif. Inspektorat Daerah akan bekerja dengan baik,” kata Bupati.

Danar usai melantik 87 Kades terpilih pada 19 Desember lalu, merasa senang, pelaksanaan Pilkades serentak itu secara umum berjalan aman tampa gejolak. “Dari 87 Pilkades, hanya di Desa Mojoreno yang sedikit ada masalah. Saya tidak mau gegabah,” kata Danar didampingi Kabaghumas Setda Wonogiri, Waluyo.

Bupati menambahkan, jika inspektorat telah selesai investigasi, tentu akan segera diumumkan hasilnya. Apapun hasil investigasi, semua pihak yang bersengketa bisa menerima fakta yang disajikan oleh Inspentorat. Sehingga dapat tercipta suatu kondisi yang nyaman. Pembangunan Desa bisa berjalan lancar.

Saat sambutan pelantikan Pilkades, Bupati menekankan agar Kades terpilih Desa Mojoreno, harus dapat meredam percikan api yang berpeluang mencuat pasca Pilkades. Semua komponen masyarakat setempat harus disatukan. “Bapak dan ibu yang saya lantik panjenengan juga harus memenuhi janjinya. Jangan hanya sekedar retorika,” katanya.

Pengelola keuangan Desa juga harus dikelola secara terbuka. Masyarakat sekarang dinilai cukup pandai untuk menilai pengelolaan keuangan yang jujur atau dimanipulasi.

Seperti diberitakan sebelumnya , dari 87 Pilkades serentak akhir tahun lalu, satu diantaranya dipersoalkan. Tandidat kandidat Kades Mojoreno menyoal kinerja panitia penyelenggara. Bahkan tiga kandidat tersebut mengadu ke DPRD Wonogiri. Mereka menuding panitia Pilkades melanggar aturan.

Kartu undangan yang tidak dibubuhi stempel, tidak ada sumpah panitia, tidak ada pengumuman jumlah daftar pemilih tetap, tidak ada pengumuman jumlah undangan yang disebar ke pemilih. Panitia tidak mengumumkan jumlah pemilih yang hadir, kotak suara tidak disegel. Kartu suara di kotak suara tidak dicocokkan dengan jumlah pemilih yang hadir, dan undangan dipakai orang lain, dan orang yang mati terdaftar mencoblos.[[email protected]]

error: Content is protected !!