Lima Rumah Tergenang Banjir Akibat Luweng Tersumbat

1 82
Warga mengungsi menghindari banjir, tampak dua orang berpakaian doreng membantu mengungsi
Warga mengungsi menghindari banjir, tampak dua orang berpakaian doreng membantu mengungsi

infowonogiri.com – PRACIMANTORO – Lima rumah di Dusun Gunungan Desa Wonodadi Kecamatan Pracimantoro terendam banjir, Senin (31/12). Yaitu rumah milik Tarto Kadus Gunungan, Wasino, Panto, Parmo, dan Wasidi. Dua rumah diantaranya terendam sampai setinggi usuk atap rumah. Yaitu rumah milik Parmo dan Wasino, dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter.

Ketua PAC PDI-Perjuangan Kecamatan Pracimantoro, Novri Soesmono mengemukakan, banjir tersebut disebabkan karena terjadi hujan deras sejak Sabtu (29/12) kemarin. Air kian meninggi disebabkan lubang luweng (sungai di bawah tanah) belum berfungsi dengan baik. Sepertinya masih terdapat sumbatan. Sehingga air tidak bisa mengalir deras.

Ke lima rumah yang terendam air hujan tersebut sebelumnya dihuni oleh sekitar 20 jiwa. Kini mereka semua telah mengungsi sejak Sabtu malam lalu. “Banjir terjadi sejak Minnggu lalu, akibat hujan deras. Luwengnya juga tidak berfungsi dengan baik,” ujar Novri. Sampai Senin (31/12) sebagian merasa khawatir puluhan rumah penduduk yang lain turut tergenang.

Banjir di Dusun Gunungan Desa Wonodadi Kecamatan Pracimantoro
Banjir di Dusun Gunungan Desa Wonodadi Kecamatan Pracimantoro

Pasalnya hari ini langit gelap. Pekat. Seperti akan turun hujan deras. “Kalau hari ini hujan deras, yang lain ikut kena banjir juga. Berarti warga lain yang tinggal di RT 1 RW 4 harus ikut mengungsi juga. Jadi warga yang lain sama was-was juga,” ujar Novri Roesmono. Beberapa rumah yang terancam tergenang adalah rumah milik Tukiman, Slamet, Karyono, dan Satino.

Menurut Novri, warga mengungsi ke rumah tetangga se kampung, yang tidak tergenang banjir hujan deras akibat luweng buntu. Sampai Senin siang belum ada bantuan sembako maupun obat obatan dari pemerintah daerah maupun PMI.

Bantuan baru datang partai politik. Mereka masih mengandalkan stok sembako milik sendiri. Novri menilai menambahkan, bahwa banjir yang terjadi di Dusun Gunungan adalah kali keduanya. Dengan demikian perbaikan mulut luweng oleh pemerintah Kabupaten Wonogiri tidak berhasil.

Buktinya masih terjadi banjir kembali. “Ini berarti luwengnya belum berfungsi normal. Padahal dulu sudah dibangun dari anggaran APBD,” kata Novri.[[email protected]]

error: Content is protected !!