Bupati Sebut Priyo Budi Santoso Sebagai Satria Piningit

0 42
Priyo Budi Santoso (putih) dan H Danar Rahmanto (hitam) bersama Ketua DPRD Wonogiri dan pengurus PPDI  | Foto Bagus
Priyo Budi Santoso (putih) dan H Danar Rahmanto (hitam) bersama Ketua DPRD Wonogiri dan pengurus PPDI | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Pengurus dan anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) menggelar rapat kordinasi (Rakor) di ruang data Setda Pemda Wonogiri, Sabtu – Minggu (26-27/1/13).

Rakor “pamong” Desa se Indonesia yang kali pertama digelar pada tahun 2013. Momen ini menjadi sangat penting bagi keberadaan PPDI di Indonesia. Penting karena berkaitan dengan nasib ujung tombak pelayan pemerintahan RI ini. Begitu pentingnya, Rakor dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso (PBS). Secara kebetulan Ketua KPU Pusat Husni Kamil Malik juga hadir menjadi tamu kehormatan.

Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto yang memandegani kegiatan Rakornas tampak bahagia menyambut kehadiran pengurus PPDI dari 33 Provinsi se Indonesia itu. Terlebih Ketua PPDI Nasional, Ubadi Rosydi juga hadir. Hadir juga Ketua DPRD Wonogiri Wawan Setya Nugraha.

Diawali sambutan ketua panitia panitia, yang juga ketua PPDI Wonogiri, Widi Hartono. Widi berterima kasih kepada Bupati Wonogiri atas terselenggaranya Rakor ini. Widi juga merasa bangga atas kehadiran Wakil Ketua DPR RI Bidang Hukum dan Politik itu.

Usai Widi bersambut, Giliran Bupati H Danar Rahmanto. Danar mengawali dengan prolog bernada humor. Danar menyanjung PBS. Menurutnya, PBS adalah pria keturunan Kerajaan Brawijaya ke empat. Sedangkan Danar –sendiri- sebagai keturunan Kasunanan Surakarta.

Danar berharap, PBS sebagai satria piningit. Kelak yang akan muncul memimpin Indonesia. “Namun sayang saat ini belum ada. Yang baru muncul satria bergitar,” ujar Danar bergurau, disambut gerr hadirin. Namun apa yang disampaikan menurutnya benar.

Soal perangkat dan pemerintahan Desa (Pemdes), menurut Danar telah ada sejak jaman kerajaan Majapahit. Badan Perwakilan Desa (BPD) juga ada sejak dahulu. Kala itu bernama rapat desa. Hasil keputusan musyawarah desa dipatuhi oleh pemerintah Belanda, dan kerajaan.

Danar mengajak kepada anggota PPDI untuk berpikir dan meniru falsafah pemimpin RRT (Cina), yaitu Deng Xiaoping dan Mao Zedong. Dengan konsep “Desa mengepung Kota”, dua tokoh komunis itu berhasil meguasai dunia.

Hanya dalam kurun waktu kurang lebih 20 tahun, semua urusan pemerintahan di bidang politik, ekonomi, desentralisasi, dan pembangunan semua selesai. Negara negara adi daya berhasiul digeser. Inggris Amerika dan Eropa berhasil disalip. Sekarang Cina menguasai dunia.

“Kita sedang giat membangun desa. Keberadaan desa adalah barometer pembangunan. Desa adalah cikal bakal pergerakan pemerintahan. Pak Prio, tahu benar dan sadar karena dia keturunan Majapahit,” kata Danar.

Karena itu Bupati mengingatkan agar pesan Bungkarno benar benar ditaati. Jasmerah, jangan melupakan sejarah. “Gak bakalan, kalau melupakan akan berhasil. Pasti akan tertinggal. Perangkat desa adalah ujung tombak pembangunan. Bukan pembuangan,” katanya.

Danar melanjutkan, Sekda bisa terpilih Sekda karena Bupati. Danar juga sadar, ia bisa menjadi Bupati juga karena ada PPDI. “Partai pengusung saya hanya 11 kursi. Tapi saya punya Kepala Desa, dan saya punya PPDI. Karena itu partai besar saya libasss,” mantapnya.

PPDI mempunyai posisi yang sangat strategis. Karena itu ia mengingatkan PPDI tetap bersatu. Di luar, ada pihak pihak yang ingin memecah belah PPDI. Banyak yang memperebutkan PPDI. “Jangan ada dusta dan saling curiga,” pungkas pria kelahiran “Ngadiroaj0” ini.[[email protected]]

error: Content is protected !!