Bangunan Baru Talud Cek Dam Brangkal Sungai Keduang Ambrol Runtuh

2 56
Talut Cekdam Brangkal
Talut Cekdam Brangkal

infowonogiri.com -NGADIROJO -Bangunan baru setahun yang lalu, sudah rusak menyusul terjadinya tingginya curah hujan di wilayah Ngadirojo Wonogiri. Talud itu memiliki panjang 150 meter. Tinggi 5 meter. Tebal 0,5 meter. Talut tersebut runtuh pada Rabu (23/1/13) kemarin.

Talut tersebut terletak di Cek Dam Brangkal Sungai Keduang Kecamatan Ngadirojo. Kini talud itu hanya tersisa sekira 10 meter saja. Selebihnya telah runtuh masuk ke sungai Keduwang. Penyebab rusaknya talut tersebut dikarenakan resapan air di sekitar talut.

“Talut yang tersisa terancam rutuh masuk ke sungai jika hujan deras terus. Tanah di sekitar talut urukan semua sedalam tiga meter. Diuruk hanya menggunakan cangkul tampa pengerasan,” Kata Kepala Dusun Sasap, Yadi.

Yadi berpendapat, curah hujan yang tinggi langsung meresap cepat ke lahan urukan. Karena tanah labil dan urukan tidak merata, sehingga menambah beban talud. Karena kian berat, bangunan talut mencapai milyaran itu runtuh.

Yadi juga menduga, campuran material pembangunan talud tersebut kurang bagus. Yadi mendengar, rencana pembangunan talut tersebut tidak hanya 150 meter, namun baru dikerjakan sepanjang itu. Namun ia tidak mengetahui kapan pembangunan dilanjutkan.

Selain itu, rekanan proyek itu, tahun lalu menjanjikan akan membangun jalan jalan beton sampai di jalan dusun setempat. Namun belum direalisasikan. Agar jalan bisa dilalui sepeda motor, warga berinisiatif menguruk jalan yang bencek dengan pecahan genteng.

Investasi proyek senilai Rp.7 Milyar

Pada musim kemarau, pengendara motor dan pejalan kaki banyak melewati cek dam tersebut. Sebab jalan cekdam ini jalur pintas yang lebih dekat untuk menuju ke wilayah kota yang berbatasan dengan Kecamatan Nguntoronadi.

Dapat diketahui, proyek tersebut dibangun oleh PT. Raharja Mulia, Klaten. Penyedia jasa konsultansi/supervisi PT Inakko Internasional Konsulindo yang berkantor di Tebet, Jakarta Selatan. Proyek talut ini dikabarkan senilai Rp.7 Milyar.

Proyek dikerjakan selama 180 hari, mulai 10 Juni hingga 6 Desember 2011. Kontrak kerja antara rekanan dengan Pejabat Pembuat Komitmen Prasarana Konservasi Sumberdaya Air, SNVT PJSA Bengawan Solo, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.[[email protected]]

error: Content is protected !!