Antisipasi Banjir & Kekeringan Perlu Hidupkan Sungai Bengawan Solo Purba

2 102
Pintu bendungan WGM saat tertutup dimanfaatkan untuk memancing para mancing mania | Foto  Bagus
Pintu bendungan WGM saat tertutup dimanfaatkan untuk memancing para mancing mania | Foto Bagus

infowonogiri.com – WONOGIRI – Ini tergolong wacana cerdas. Untuk mengantisipasi meluapnya Sungai Bengawan Solo yang  bisa mengakibatkan banjir di Solo sampai ke hilir, perlu menghidupkan sungai Bengawan Solo Purba (BSP).

Sekaligus menghidupkan sungai BSP bertujuan untuk mengatasi kekeringan di Kabupaten Wonogiri di wilayah Selatan. Wacanaya, yaitu dengan cara membuat kanal (saluran baru) selebar 25 meter dan berkedalaman 15 meter.

Kanal tersebut dibuat untuk menghubungkan antara Waduk Gajah Mungkur dengan Sungai Bengawan Solo Purba. Wacana tersebut dikemukakan oleh auditor Lingkungan dan Geografis UGM, Sri Wahyu Widiyatto, Rabu (30/1/13) kemarin.

Wahyu yang juga Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Wonogiri, mengatakan, pembuatan kanal tersebut berfungsi untuk mengatur keseimbangan ekosistem air (water balance), mengurangi beban banjir di hilir Sungai Bengawan Solo, memaksimalkan siklus hidrologis, dan mengatasi kekeringan di wilayah selatan Wonogiri.

Idealnya dibangun minimal tiga kanal. Di antaranya dibangun di Karangturi, Kedungombo, Kecamatan Baturetno dan Tawangharjo, Kecamatan Pracimantoro. Namun, jika hanya mampu membuat satu kanal saja, untuk sementara sudah cukup.

“Saat Waduk Gajah Mungkur dibangun 1982 lalu, ribuan keluarga dipindah ke Sumatera. Waduk bisa mengendalikan banjir dan mengairi ribuan hektare sawah di kabupaten lain. Tetapi, masyarakat Wonogiri justru mengalami kekeringan,” katanya.

Dipastikan, dengan keberadaan kanal itu, air dari waduk bisa mengalir ke arah selatan dengan bantuan grafitasi bumi. Selanjutnya, air akan memasuki kapiler-kapiler tanah, sehingga dapat mengisi telaga maupun kantung-kantung air dalam tanah. Untuk merealisasikan ide itu butuh bekerja keras.[bagus]

error: Content is protected !!