Korban Narkoba Jangan Dipenjara, Tapi Direhabilitas

0 74
Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana UNS Solo

infowonogiri.com – SOLO – Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana UNS Solo, Parasian Simanungkalit, mengatakan Undang-Undang Nomer 35 Tahun 1997 tentang Psikoterapi dan Undang-Undang Nomer 35 Tahun 2009 tentang Narkotika masih menyisakan kerancuaan.

Menurutnya, kerancuan itu terdapat pada pasal 127 UU No 35 Tahun 2009, yakni korban pengguna narkotika dipidana penjara yang lamanya tidak sesuai dengan jenis yang digunakan.

“Masih banyak hakim yang menangani korban pengguna narkoba lebih banyak memberikan vonis pidana penjara dari pada memerintahkan untuk direhabilitasi,” kata Parasian dalam ujian Doktornya yang bertajuk Model Pemindanaan Terhadap Korban Pengguna Narkoba di ruang sidang II UNS, Rabu (19/12/2012).

Kroger $5000 Gift Card

Parasian Simanungkalit yang dinobatkan menjadi guru besar UNS ke-58 dan ke-6 di FH ini mengatakan, korban pengguna narkoba itu tidak perlu dimasukkan ke penjara, tapi dimasukkan ke dalam pusat rehabilitasi.

“Penjatuhan hukum seberat-beratnya itu harus diberikan kepada para mafia narkoba. Sehingga dengan begitu akan dapat mengurangi peredaran narkoba,” jelasnya.

Lebih lanjut, Parasian mengatakan pada tahun 2008 pengguna narkoba di Indonesia mencapai 3,3 juta jiwa atau sekitar 1,99 persen jumlah  penduduk Indonesia mengalami ketergantungan narkoba.

“Dari jumlah itu 1,3 juta pecandu berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa, sedangkan 2 juta dari kalangan nonpelajar dan mahasiswa,” tegasnya.[bib]

error: Content is protected !!