Jelang Tahun Baru, Pedagang Terompet Sepi Pembeli

0 50

terompet wonogiri di tegalinfowonogiri.com – TEGAL – Geliat pergantian tahun yang tinggal menghitung hari agaknya belum terlihat di wilayah Kota Tegal Jawa Tengah. Hal ini dirasakan oleh sejumlah pedagang terompet yang merupakan properti malam pergantian tahun baru. Jika dibanding tahun sebelumnya, penjualan terompet di tahun ini sedikit lesu. Ini terbukti dari masih banyaknya dagangan yang ada. Padahal biasanya seminggu sebelumnya terompet yang mereka jual sudah habis.

Salah seorang pedagang Damto ( 45 ) warga Purwantoro Wonogiri Jawa Tengah mengatakan dirinya datang dari tanah kelahirannya ke Kota Tegal dengan membawa 700 buah terompet berbagai jenis dan ukuran. Mulai dari yang paling murah seharga Rp. 5.000 hingga yang termahal Rp. 15.000,-. Akan tetapi setelah menjajakan dagangannya selama dua minggu terompetnya tak banyak yang laku.

“ Tahun – tahun sebelumnya saya juga membawa jumlah yang sama. Namun hanya dalam kurun waktu 1 minggu dagangan saya sudah hampir hambis. Kalu tahun sebelumnya tanggal 25 saja sudah habis. Tapi sampai dengan hari ini terompet saya masih ada sekitar  400 buah “ kata pedagang yang biasa mangkal di Alun – alun ini.

Damto mengaku setiap tahunnya berjualan di Kota Tegal. Disini dirinya tinggal di sebuah rumah kos di Jl. Kaloran atau di belakang pasar pagi Tegal. biasanya dirinya hanya tinggal selama dua miggu. Untuk kemudian pada malam tahun baru ia akan pindah ke Pekalongan. Hal ini menurut Damto di Pekalongan pada tahun baru perayaannya lebih semarak sehingga terompet dagangannya bisa habis terjual.

Hal senada juga disampaikan Karto ( 38 ) yang juga berasal dari Wonogiri. Menurutnya sepinya pembeli terompet disebabkan karena cuaca yang tidak mendukung. “ Bayangkan saja mas malam minggu tidak hujan ya, baru kali ini. kemarin – kemarin hujan jadi  ya sepi pembelinya mas “ ungkapnya saat ditemui di kawasan Alun – alun Sabtu ( 29/12/2012 ) malam tadi.

Namun Karto tidak menampik jika tahun ini penjualannya dalam bentuk eceran atau langsung kekonsumen mengalami peningkatan namun tidak banyak. Sebab jika biasanya para tengkulak yang membeli dalam jumlah besar banyak yang membeli darinya sehingga dagangannya  akan cepat habis. “ Namun kali ini justru yang lebih banyak adalah konsumen langsung, sehingga agak lama habisnya, “ tandasnya. [teguh]

error: Content is protected !!