Jelang Tahun Baru, Pedagang Terompet Marak

0 58
Parman Dipo (64) pedagang terompet asal Domas, Bulukerto | Foto Labib Zamani

infowonogiri.com – SOLO – Menjelang pergantian tahun 2012 menuju tahun 2013 (tahun baru), pedagang terompet di Kota Bengawan mulai marak. Para pedagang itu kebanyakan berasal dari Kabupaten Wonogiri, seperti kecamatan Slogohimo, kecamatan Bulukerto dan daerah di Wonogiri lainnya. Harga terompet yang mereka tawarkan bervariasi. Tergantung besar dan kecilnya ukuran terompet serta tingkat kesulitan pembuatannya.

“Yang paling murah itu harganya Rp2.000 dan yang paling mahal harganya Rp10.000. Semua itu kami tawarkan sesuai bentuk dan ukuran terompet,” kata Parman Dipo, 64, didampingi istri, Karni, 55, saat ditemui infosoloraya.com di sela-sela menunggu dagangannya di Jl Slamet Riyadi Solo.

Menurut Parman, terompet yang ia jual bentuknya bervariasi, ada yang berbentuk kupu-kupu, naga, pistol, macan, dan oncor. Parman mengatakan, dari berbagai macam bentuk terompet buatannya itu paling banyak diminati anak adalah terompet oncor karena harganya relatif murah.

Proses pembuatan terompet itu, katanya membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu lima bulan. “Karena kami sambi dengan pekerjaan lain, jadi untuk menyelesaikan pembuatan terompet ini membutuhkan waktu yang lumayan lama,” terangnya.

Parman mengatakan, menjual terompet itu bukan merupakan pekerjaan utamanya. Tetapi sebagai pekerjaan sambilan. “Ini sebagai tambahan saja, biasanya kalau di rumah itu kami berjualan mainan anak-anak dan bertani,” ungkapnya.

Sementara, Triyono, 42, pedagang terompet asal Slogohimo ini mengatakan memilih Kota Solo sebagai tempat untuk menjual terompetnya itu karena terkenal ramai. “Kalau di tempat lain itu sepi, apalagi di Wonogiri,” katanya.

Triyono mengaku sudah puluhan tahun menjual terompetnya di Kota Solo. Ia mengatakan, penjualan terompetnya itu mengalami penurunan dibandingkan tahun kemarin yang jauh lebih banyak. “Permintaan tahun ini menurun, padahal tahun kemarin terompet yang saya buat ini sampai tiga pikul dipesan di sejumlah rumah makan untuk acara pesta,” terangnya.[bib]

error: Content is protected !!